Laskar Antasari mulai bermain di kompetisi kasta teratas sepak bola Indonesia, Liga 1, sejak tahun 2011.
Pendiri Barito Putera adalah almarhum Abdussamad Sulaiman. Pengusaha yang lebih dikenal dengan panggilan Haji Leman.
Satu dekade lalu, Haji Leman meninggal dunia. Lalu putranya Hasnuryadi Sulaiman meneruskan sebagai owner sekaligus CEO klub.
Dihitung-hitung, klub ini tergolong "muda", baru berusia 34 tahun. Tetapi sudah menoreh catatan panjang dalam sejarah sepak bola Indonesia.
Barito Putera pernah merasakan panasnya persaingan di pentas Galatama dan Ligina 1.
Di liga yang disebut terakhir, Barito Putera yang baru berumur enam tahun mampu menembus babak semifinal sebelum ditumbangkan Persib Bandung.
Setelahnya, sempat menjadi tim medioker pada periode 1999-2002. Lalu turun kasta ke Divisi 1 pada 2003. Hingga terjun ke Divisi 2 pada 2004.
Krisis itu dipicu masalah keuangan. Sampai akhirnya Barito Putera bangkit di era kepelatihan Salahudin.
Salahudin membawa Barito Putera naik ke Divisi 1 pada 2008. Lalu mengunci peringkat enam pada musim 2011-12. Secara rangking, sebenarnya tak berhak maju ke babak play-off untuk mengejar tiket promosi.
Namun, hukuman yang diterima Persebaya Surabaya dari PSSI membuat Barito Putera otomatis naik ke peringkat lima dan lolos ke babak playoff.
Puncaknya, menjadi juara dan berhak promosi seusai mengalahkan Persita Tangerang dengan skor 2-1 di Manahan, Solo.
Sejak itu, Barito Putera konsisten menjadi peserta Liga 1. Hingga saat ini.
Dalam situs resmi klub, dipajang sebuah kutipan milik Haji Leman, "Barito Putera dibentuk sebagai janji saya kepada Allah, bahwa jika saya diberi rezeki berlebih, maka akan mendirikan sebuah klub sepak bola."
Nazar itu telah dipenuhinya....
Mundur ke belakang, sebenarnya ide membentuk klub sudah tercetus pada tahun 70-an. Kala itu, di Banjarmasin diadakan Liga Tarkam (antarkampung).
Laga final mempertemukan Indrapura Muda versus Karbau Lapas. Dimenangkan Indrapura, mewakili Kelurahan Teluk Tiram.
Menonton kemenangan itu, Haji Leman mencetuskan berdirinya klub amatir bernama Persenus (Persatuan Sepak Bola Nusantara).
Pembentukan klub dibarengi dengan pemanggilan seluruh pemain terbaik di Banjarmasin. Bahkan mantan pemain timnas Kurnia Hasan dipanggil menjadi pelatih.
Singkat cerita, Persenus berhak mewakili Komda PSSI Kalselteng seusai menekuk klub perserikatan, Perseban. Keberhasilan itu membuat Persenus melenggang ke Jakarta untuk mengikuti turnamen Soeharto Cup pada 1980.
Soeharto Cup pun menjadi kompetisi nasional pertama yang diikuti Persenus. Namun, tak ada prestasi yang bisa diukir setelah tim asal Kalimantan ini gagal di babak grup.
Kegagalan ini dan rasa tak puas di kompetisi amatir membuat Haji Leman mendirikan klub profesional bernama PS Barito Putera. (bir/gr/fud) Editor : Muhammad Helmi