RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kalimantan Selatan dipastikan sudah tersalur 100 persen.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Perum Bulog Kantor Wilayah Kalsel, Muhammad Akbar Said pada kegiatan perpisahan dirinya yang akan melanjutkan tugas ke Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (6/10/2026).
Ditegaskannya, beras SPHP menjadi salah satu perhatian dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan masyarakat hingga akhir 2026.
"Program SPHP merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga beras sekaligus memastikan pasokan tetap tersedia di tengah kebutuhan masyarakat yang terus berjalan," jelasnya.
Sementara itu, untuk stok beras yang ada di Gudang Bulog Kalsel mencapai 22 ribu ton dan mencukupi hingga Desember 2026. Sehingga masyarakat Kalsel tidak perlu khawatir dengan stok beras meski ada sejumlah daerah yang gagal panen karena kemarau.
"Ada beberapa daerah yang menjadi penyuplai yaitu Tanah Laut, Barito Kuala dan Hulu Sungai Tengah," jelasnya lagi
Pada kesempatan tersebut, Akbar pun menjelaskan penyaluran beras SPHP dilakukan melalui jaringan distribusi yang melibatkan berbagai pihak. Sehingga, masyarakat dapat memperoleh beras sesuai ketentuan yang berlaku.
"Selain menjaga pasokan, pengawasan terhadap distribusi juga menjadi bagian penting agar beras SPHP benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Distribusi yang tepat diharapkan dapat mencegah terjadinya kelangkaan maupun gejolak harga di tingkat konsumen," pungkasnya.
Editor : Fauzan Ridhani