RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, JAKARTA – PT Arutmin Indonesia, salah satu unit usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional melalui ajang Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Award 2026 yang diselenggarakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).
Dalam ajang tersebut, Arutmin melalui dua wilayah operasionalnya berhasil meraih penghargaan atas kontribusi dalam mendorong pemberdayaan dan kemandirian masyarakat.
Arutmin Tambang Batulicin meraih predikat Gold pada kategori program pemberdayaan masyarakat melalui program “Desa Berdaya melalui Lapangan Harapan dan Pasar Kehidupan”. Sementara itu, Arutmin North Pulau Laut Coal Terminal (NPLCT) meraih predikat Silver pada kategori Pemberdayaan Perempuan dan Anak melalui program “Inklusi Asa Mandiri”.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi Arutmin dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat yang diarahkan pada penguatan kapasitas, peningkatan kemandirian ekonomi, serta terciptanya ruang sosial yang mendukung kehidupan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Ahmad Riza Patria, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya keterlibatan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, dalam mempercepat pembangunan dan kemandirian desa.
Bagi Arutmin, penghargaan ini menjadi bagian dari perjalanan perusahaan dalam menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang berorientasi pada kebutuhan dan potensi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Desa Berdaya melalui Lapangan Harapan dan Pasar Kehidupan
Melalui Arutmin Tambang Batulicin, program “Desa Berdaya melalui Lapangan Harapan dan Pasar Kehidupan” dikembangkan untuk memperkuat aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat desa.
Program tersebut diwujudkan melalui pengembangan Pasar Kehidupan sebagai ruang aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pengembangan dan pemasaran hasil potensi lokal.
Di sisi lain, Lapangan Harapan hadir sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, berinteraksi, serta melaksanakan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Pengembangan kedua fasilitas tersebut diarahkan tidak hanya untuk menyediakan sarana fisik, tetapi juga mendorong tumbuhnya aktivitas masyarakat sehingga memberikan manfaat sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.
Atas pelaksanaan dan dampak program tersebut, Arutmin Tambang Batulicin memperoleh predikat Gold dalam CSR dan PDB Award 2026.
Inklusi Asa Mandiri untuk Perempuan dan Anak
Sementara itu, Arutmin NPLCT memperoleh predikat Silver melalui program “Inklusi Asa Mandiri” pada kategori Pemberdayaan Perempuan dan Anak.
Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat, khususnya perempuan dan kelompok rentan di sekitar wilayah operasional NPLCT.
Pendekatan yang dilakukan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi melalui proses pendampingan dan penguatan kapasitas agar masyarakat memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
Program Inklusi Asa Mandiri juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan anak sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan masyarakat yang inklusif dan mendukung tumbuh kembang generasi penerus.
Melalui pendekatan tersebut, Arutmin berupaya menciptakan manfaat yang lebih berkelanjutan dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam proses pemberdayaan.
Konsisten Mendorong Kemandirian Masyarakat
Raihan dua penghargaan dalam CSR dan PDB Award 2026 memperkuat komitmen PT Arutmin Indonesia untuk terus menjalankan program pemberdayaan masyarakat yang relevan dengan kebutuhan dan potensi wilayah.
Melalui berbagai program PPM, Arutmin terus berupaya membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.
Penghargaan ini sekaligus menjadi motivasi bagi Arutmin untuk terus meningkatkan kualitas program pemberdayaan masyarakat di Kalimantan Selatan, sehingga kehadiran perusahaan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan mendukung terciptanya desa yang semakin mandiri, inklusif, dan berdaya.
Editor : Tia Lalita Novitri