RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Kabut asap yang sudah beberapa bulan ini melanda Kalsel, sangat memukul bisnis pariwisata.
Ketua DPD Asita (Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies) Kalsel, Hj Dewi Restina mengakui kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini merugikan pemilik travel wisata.
"Kami sangat terdampak, seperti adanya delay penerbangan, jadwal penerbangan yang kadang tidak sesuai jadwal, ini berdampak pada terganggunya jadwal yang sudah disusun oleh kami selaku pihak travel," ucapnya disela kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke III yang digelar di BNI Banjarmasin, Selasa (22/9/2026).
Selain itu, kabut asap karhutla juga menurunkan minat masyarakat untuk berwisata ke Kalsel. Bahkan, penurunan hampir mencapai 70 persen dibandingkan beberapa bulan sebelumnya
Hal senada diungkapkan Hj Armistyani, Penasehat Asita Kalsel. Ia mengaku sejak adanya kabut asap karhutla, penjualan tiket penerbangan mengalami penurunan.
"Ada trend penurunan untuk pembelian tiket, baik untuk yang berangkat maupun untuk tujuan Kalsel. Kami berharap kabut asap bisa cepat berlalu," harapnya.
Sementara itu, pada kegiatan Rakerda III Asita Kalsel juga dilakukan penguatan jaringan. Ini untuk menghadapi persaingan yang semakin sengit, dan juga beradaptasi dengan teknologi yang semakin berkembang.
"Di Rakerda ini kami saling menguatkan dan tentunya harus terus meningkatkan kompetensi termasuk dibidang teknologi," imbuhnya.
Editor : Fauzan Ridhani