RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Kini semakin mudah ditemui pedagang-pedagang kecil yang menempel barcode untuk pembayaran. Mulai pedangan pecel, bakso keliling hingga warung -warung kecil di kampung-kampung pun sudah menggunakan QRIS.
Ya, sekarang barcode pembayaran yang lebih dikenal dengan QRIS sudah semakin familiar di masyarakat, mereka pun sekarang justru lebih mudah untuk membayar belanjaan dengan QRIS meski di warung tetangga.
QRIS atau Quick Response Code Indonesia Standar merupakan kode QR pembayaran yang digunakan di Indonesia dan memberikan kemudahan bagi pedagang untuk menerima pembayaran dari berbagai aplikasi manapun dan bank manapun.
Iruy misalnya, dengan warung kecil di depan rumahnya dksebuah gang sempit, ia dengan bangganya memempatkan pembayaran QRIS di atas lemari kaca tempat dagangannya digelar.
Dengan ukuran yang tidak terlalu besar, barcode QRiS menjadi salah satu kebanggaan bagi Iruy karena ia merasa sudah menjadi pedagang modern meski hanya memiliki warung kecil dengan ukuran 3 meter kali dua meter saja.
Ia mengaku sejak menggunakan pembayaran QRIS ia tidak pusing lagi menghitung pengembalian, pembeli tinggal scan QRIS maka pembayaran dengan nominal berapapun bisa dibayarkan tanpa perlu pengembalian.
"Biasanya pusing kalau uang pengembalian banyak, apalagi recehan, dengan QRIS satu Rupiah pun bisa dibayarkan," ucapnya tersenyum.
Satu lagi yang membuat Iruy senang dengan pembayaran QRIS, uang hasil jualan tidak terpakai untuk belanja kebutuhan dapur, kalau dulu sebelum ada QRIS ia sering mengambil uang jualan untuk beli sayur dan ikan, akibatnya uang jualan terpakai dan tidak kembali modal.
"Nah dengan QRIS uang belanja dan uang jualan jadi terpisah, sehingga tidak ada lagi uang jualan yang terpakai," ucap ibu satu anak ini.
Transaksi QRIS juga memudahkan Mahmudah untuk usahanya, meski ia hanya memiliki lapak jualan pecel yang ala kadarnya, namun untuk pembayaran sudah modern dengan QRIS.
"Awalnya ada pembeli yang meminta QRIS, saat itu saya bingung apa itu,saat dijelaskan baru mengerti dan sekarang sudah pakai QRIS jadi mudah untuk pembayaran," ungkapnya dengan wajah senang.
Ia mengaku, sekarang tidak was-was lagi membawa uang hasil jualan, meski kadang jam 10 malam baru sampai rumah dengan QRIS uang jualan aman.
Begitu juga bagi Jono, pedagang bakso keliling ini sudah enam bulan menggunakan QRIS untuk pembelian bakso ditempatkan, pasalnya ia kerap diminta barcode QRIS oleh pembeli yang rumahnya di komplek komplek .
"Saya kan pedagang bakso keliling, kadang masuk komplek perumahan pasti diminta QRIS nya mana, akhirnya saya bikin dan ternyata sangat memudahkan saya untuk menerima pembelian," jelasnya yang setiap hari keluar masuk komplek perumahan untuk mengais rejeki.
Bank Indonesia. Sendiri terus mensosialisasikan transaksi digital lewat QRIS ini. Data terkini menunjukkan adopsi QRIS di Kalimantan Selatan terus bertumbuh dan potensi perluasannya masih sangat besar.
Per Maret 2026, jumlah pengguna QRIS tercatat sebanyak 832.209 orang atau baru sekitar 19% dari total penduduk Provinsi Kalimantan Selatan. Jumlah merchant QRIS mencapai 564.547, sementara volume transaksi tercatat sebanyak 24.696.906 transaksi.
Beragam kegiatan dan edukasi dilakukan BI, termasuk lewat Banua Qristival yang mampu mendorojg perluasan Digitalisasi pembayaran yang kini hingga ke daerah-daerah.
Perbankan di Kalsel pun turut serta dalam percepatan digitalisasi lewat QRIS, termasuk Bank Kalsel yang begitu gencar untuk mendorong digitalisasi pembayaran untuk masyarakat termasuk nasabah setianya.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin mengaku kehadiran QRIS sudah membuat masyarakat hingga pedagang kecil mudah dalam bertransaksi dan ini akanembuat peredaran uang fisik di masyarakat bisa berkurang.
"Kami sangat mendukung digitalisasi keuangan yang digaungkan Bank Indonesia dan kami pun terus mendorong penggunaan QRIS di masyarakat Kalsel dan nasabah Bank Kalsel," imbuhnya.
Editor : Fauzan Ridhani