RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang sempat mengganggu operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta membuat pelaku usaha travel umrah di Banjarmasin ikut meningkatkan kewaspadaan.
Meski Soekarno-Hatta kembali beroperasi mulai Selasa (8/9/2026) pukul 00.30 WIB, potensi perubahan jadwal penerbangan tetap menjadi perhatian. Terutama bagi travel yang mengandalkan Jakarta sebagai titik transit jemaah menuju Arab Saudi.
Pemilik Al Insani Travel Banjarmasin, Saridi mengatakan pihaknya saat ini tidak memiliki jemaah yang baru akan berangkat karena rombongan Al Insani sudah berangkat pekan lalu.
Namun, kondisi berbeda bisa terjadi jika gangguan penerbangan kembali muncul dan mengenai jemaah yang jadwal keberangkatannya berdekatan dengan penutupan bandara.
Menurutnya, pembatalan penerbangan oleh maskapai tidak hanya berdampak pada perubahan jadwal perjalanan. Travel juga berpotensi menghadapi persoalan reservasi hotel selama jemaah berada di Arab Saudi.
“Jemaah yang terdampak akan sangat dirugikan jika maskapai membatalkan penerbangannya. Nanti akan berdampak pada hotel di Arab Saudi,” ujarnya, Selasa (8/9/2026).
Saridi menjelaskan penyedia hotel di Arab Saudi umumnya tetap berpegang pada jadwal reservasi yang telah dibuat. Jika jemaah terlambat tiba akibat pembatalan penerbangan, booking hotel berpotensi hangus dan travel harus melakukan pemesanan ulang. “Booking-an kita akan hangus dan harus bayar lagi,” terangnya.
Sisi lain, beban juga bisa bertambah apabila maskapai tidak dapat memberangkatkan jemaah dari bandara sesuai rencana. “Jika maskapai tidak mau memberangkatkan dari bandara terdekat, ini akan sangat mengganggu kondisi travel yang harus mengeluarkan biaya ekstra,” imbuhnya.
Terpisah, Manager Umrah dan Haji Kaltrabu Indah, Muhammad Arifudin mengatakan pihaknya sejauh ini belum merasakan dampak langsung dari gangguan penerbangan akibat erupsi Anak Krakatau.
Jemaah Kaltrabu Indah yang saat ini berada di Makkah dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 13 September 2026. Sedangkan keberangkatan rombongan berikutnya dijadwalkan 16 September. “Sampai saat ini belum ada dampak yang dirasakan,” ujarnya.
Calon jemaah juga diminta aktif berkomunikasi dengan PPIU untuk memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi penerbangan. “Harapan kami kondisi Bandara Soetta bisa segera normal sehingga jadwal keberangkatan dan kepulangan jemaah umrah bisa berjalan sesuai program. Kita ingin menghindari adanya dampak kerugian yang lebih besar,” katanya. (van/mof)
Editor : Arief M