RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PELAIHARI - Pembangunan Pelaihari City Mall (PCM) yang sempat tertunda diharapkan kembali dilanjutkan. Forum Keluarga Pendiri Kabupaten Tanah Laut (FKPKTL) mendorong pemerintah dan pengembang mencari solusi agar proyek tersebut bisa segera berjalan.
Ketua FKPKTL, Dr H Hasnani Isma A Kutai mengatakan keberadaan PCM berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi di Bumi Tuntung Pandang. "Jangan dipersulit investor. Kalau ada kekurangan, segera diluruskan agar proses pembangunan dapat kembali dilanjutkan," tuturnya, Senin (7/9).
Menurut Isma, pembangunan berbagai fasilitas daerah perlu didorong agar potensi yang ada bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Termasuk mengoptimalkan aset pemerintah yang selama ini belum dikelola atau dimanfaatkan secara maksimal.
Aset daerah, lanjutnya, bisa dikelola langsung oleh pemerintah maupun melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Pengelolaan yang tepat dinilai dapat memberikan manfaat ekonomi, sekaligus mengurangi beban pemeliharaan pemerintah daerah.
Isma menyebut, masih ada sejumlah proyek daerah yang belum menunjukkan kelanjutan. Selain pembangunan Hotel Fugo, PCM menjadi salah satu proyek yang menurutnya perlu mendapat perhatian.
Ia menilai PCM memiliki potensi besar jika pembangunan dituntaskan dan pusat perbelanjaan tersebut benar-benar beroperasi. Kehadiran mall tidak hanya menyediakan ruang perdagangan, tetapi juga berpotensi membuka lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja lokal.
Karena itu, berbagai persoalan yang menjadi hambatan pembangunan diminta segera diselesaikan. Jika masih ada persyaratan yang harus dipenuhi investor atau pengembang, menurut Isma, hal tersebut perlu disampaikan secara jelas, sehingga dapat segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
Ia juga meminta pemerintah memberikan ruang bagi pengembang untuk melanjutkan pembangunan PCM. Namun, kepastian hukum tetap menjadi hal penting agar investasi memiliki dasar yang jelas dan melindungi kepentingan pemerintah maupun pengembang. "Harapannya, pengembang tidak dirugikan, masyarakat mendapatkan kebermanfaatan, dan pemerintah juga tidak dirugikan," ungkapnya.
Isma berharap pembangunan PCM bisa segera diwujudkan. Jika memungkinkan, penyelesaian proyek tersebut ditargetkan dapat dilakukan tahun ini.
Menurutnya, keberlanjutan PCM bukan sekadar menyelesaikan proyek fisik. Lebih jauh, pusat perbelanjaan itu diharapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi baru di Pelaihari, membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal, serta meningkatkan aktivitas usaha di daerah.
"Kita berharap ada jalan keluar terbaik. Pemerintah terlindungi, pengembang mendapatkan kepastian, dan yang paling penting masyarakat bisa merasakan manfaatnya," pungkasnya. (sal/el/dye)
Editor : Arief M