Pebisnis Sasirangan Alam Masih Minim Jumlahnya

Raudah Anisya • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:17 WIB
SASIRANGAN: Salah satu pelaku usaha kain Sasirangan alam yang masih bertahan.(Foto: Raudah Anisya/Radar Banjarmasin) 
SASIRANGAN: Salah satu pelaku usaha kain Sasirangan alam yang masih bertahan.(Foto: Raudah Anisya/Radar Banjarmasin) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Ribet dan terlalu lama pengerjaannya, membuat belum banyak pelaku usaha melirik bisnis Sasirangan Alam ini.

Hal ini diungkapkan Leni, seorang pelaku usaha atau pebisnis sasirangan Alam di Kalsel. Leni menceritakan selain pengerjaan yang lama, harga jualnya Sasirangan Alam juga lebih mahal dari Sasirangan biasa. Sehingga, penjualannya tidak secepat Sasirangan biasa 

"Sebenarnya untuk bahan pewarna alam banyak didapat, namun harga jualnya memang tidak bisa lebih murah karena pembuatan yang sulit dan harga bahan baku yang mahal," tambahnya.

Menurut Leni, harga Sasirangan Alam dua kali lipat bahkan bisa lebih dibanding Sasirangan biasa. Contohnya, harga mukena Sasirangan biasa hanya sekitar Rp250 ribu. Tapi, kalau mukena berbahan Sasirangan Alam, bisa mencapai harga di atas satu jutaan," jelasnya lagi.

Untuk itulah, ia sangat berharap peran Pemerintah untuk lebih mengembangkan sasirangan alam, misal dengan memberikan subsidi sehingga harga bisa lebih murah.

"Kalau bisa, ada bantuan Pemerintah agar pelaku usaha Sasiramgan alam bisa semakin berkembang," harapnya.

Hal senada diungkapkan Noor Yuritha, pebisnis kain Sasirangan lainnya di Banjarmasin. Menurutnya, pasar Sasirangan Alam masih terbuka. Hanya saja, memang harganya yang mahal, menjadi salah satu kendala dalam menjualnya.

"Ini yang membuat jumlah pelaku usaha Sasirangan Alam minim melirik bisnis sasirangan alam ini," imbuhnya.

Editor : Fauzan Ridhani
Sasirangan Alam pelaku usaha sasirangan di Kalsel pebisnis harga bahan baku banjarmasin