24 Entrepreneur Muda Kalsel Lulus Rocket Incubation 2026, Sandiaga Uno: Saatnya Scale Up

Tia Lalita Novitri • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:31 WIB
SHARING: Sandiaga Uno berfoto bersama usai memberikan business sharing kepada peserta Rocket Entrepreneur’s Day - Rocket YABN 2026 di ULM Banjarmasin, Kamis (13/8/2026). (Foto: Tia Lalita Novitri/Radar Banjarmasin)
SHARING: Sandiaga Uno berfoto bersama usai memberikan business sharing kepada peserta Rocket Entrepreneur’s Day - Rocket YABN 2026 di ULM Banjarmasin, Kamis (13/8/2026). (Foto: Tia Lalita Novitri/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Sebanyak 24 anak muda Kalimantan Selatan (Kalsel) dinyatakan lulus program Rocket Inkubasi 2026. Dari jumlah tersebut, 11 peserta melanjutkan ke program Rocket Acceleration 2026 tingkat nasional.

Capaian itu diumumkan dalam Rocket Entrepreneur’s Day - Rocket YABN 2026 yang digelar di Student Activity Center - General Theatre Building Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin.

Kegiatan tersebut menjadi rangkaian akhir program yang diisi dengan graduation, awarding, pitching, product showcase, hingga business sharing bersama Sandiaga Uno dan sejumlah narasumber.

Founder dan Direktur Sandination Academy, Reni Fitriani, mengatakan program tersebut merupakan kolaborasi Sandination Academy, Yayasan Indonesia Setara, ULM, dan Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN).

Sejak 2025 hingga kini, Sandination Academy dan Yayasan Indonesia Setara telah menginkubasi sekitar 700 brand entrepreneur. Khusus kolaborasi dengan ULM dan YABN, sebanyak 50 brand anak muda Kalsel mendapatkan beasiswa untuk mengikuti program inkubasi dan akselerasi.

“Hari ini ada 24 yang lulus di program Rocket Inkubasi. Sebanyak 11 masuk ke program nasional yaitu Rocket Acceleration 2026,” kata Reni.

Menurutnya, program tersebut tidak berhenti pada proses inkubasi. Peserta juga mendapatkan akses pendanaan, pasar, serta kesempatan pitching di hadapan Sandiaga Uno dan para associate.

Pada tahap inkubasi, peserta mendapatkan mentoring yang berfokus pada pembenahan sistem bisnis. Mulai dari operasional, legalitas, branding hingga marketing.

Sementara pada level akselerasi, pendampingan diarahkan kepada bisnis yang sudah lebih siap untuk melakukan scale up dan memasuki tahap market ready to invest.




SHARING: Sandiaga Uno berfoto bersama usai memberikan business sharing kepada peserta Rocket Entrepreneur’s Day - Rocket YABN 2026 di ULM Banjarmasin, Kamis (13/8/2026). (Foto: Tia Lalita Novitri/Radar Banjarmasin)
SHOWCASE: Sandiaga Uno mengunjungi stan peserta Rocket Incubation 2026 mengikuti product showcase di Student Activity Center ULM Banjarmasin. (Foto: Tia Lalita Novitri/Radar Banjarmasin) 

“Kategori peserta mulai dari yang baru punya ide bisnis sampai yang sudah punya bisnis,” jelasnya.

Reni menyebut sektor usaha peserta cukup beragam. Beberapa di antaranya bergerak di bidang jasa pendidikan, ekonomi kreatif, fashion, serta food and beverage (F&B).

Peserta yang melaju ke tahap akselerasi nasional nantinya kembali menjalani proses kurasi. Mereka berpeluang mengikuti graduation dan memperebutkan predikat best of the best untuk mendapatkan funding.

Selain itu, peserta juga berkesempatan mengikuti program Indonesia Public Offering (IPO) serta global pitching di Shanghai.

Sementara itu, Sandiaga Uno menegaskan, kelulusan dari program inkubasi bukanlah garis akhir bagi para entrepreneur muda.

“Graduation hari ini juga awal dari kesuksesan masa mendatang. Setiap ide kalian hari ini adalah cikal bakal kesuksesan,” ujarnya.

Ia menilai generasi Z memiliki peluang besar untuk menjadi entrepreneur karena ditunjang perkembangan teknologi dan pendidikan.

Menurut Sandiaga, setelah menyelesaikan masa inkubasi, peserta harus terus melakukan validasi pasar, memperkuat produk, membangun tim, dan meningkatkan kapasitas bisnis.

“Rocketpreneurs bukan garis finish, tapi starting point untuk scale up,” tegasnya.

Ketua YABN, Zuraida Murdia Hamdie, mengatakan program tersebut berawal dari pembinaan beasiswa Indonesia Bright Future Leader (IBFL) Adaro-YABN.

Dalam prosesnya, YABN melihat tidak semua penerima beasiswa ingin menjadi karyawan. Sebagian memiliki keinginan untuk membangun usaha sendiri.

“Ketemulah YIS dan Sandination Academy dengan program inkubasi entrepreneur ini, kami coba kolaborasikan. Ternyata di luar dugaan, anak-anak yang tadinya banyak dari ide hingga hari ini bisa punya usaha konkret,” ungkapnya.

Rektor ULM, Prof Ahmad, turut mengapresiasi 24 peserta yang telah berinovasi dan menampilkan produk dalam kegiatan tersebut.

"Kreativitas dan inovasi para peserta sejalan dengan misi ULM dalam membangun karakter kewirausahaan mahasiswa," ujarnya. 

Ia berharap momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis lebih jauh sehingga memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Kalsel. 

Editor : Fauzan Ridhani
Universitas Lambung Mangkurat (ULM) enterpreneur muda Entrepreneur Muda banjarmasin sandiaga uno