RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PELAIHARI - Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Pelaihari menunjukkan peran strategisnya dalam mengatasi krisis pakan ternak saat musim kemarau dengan mengembangkan budidaya tanaman sorgum sebagai solusi hijauan alternatif.
Di tengah kondisi kekeringan yang mulai dirasakan peternak akibat minimnya ketersediaan rumput segar, BPTU-HPT Pelaihari bergerak cepat dengan menanam sorgum di lahan seluas 0,25 hektar. Upaya ini menjadi bagian dari langkah konkret lembaga tersebut dalam menjaga ketersediaan pakan ternak secara berkelanjutan.
Kepala BPTU-HPT Pelaihari, Arie Sutanto menegaskan pengembangan sorgum merupakan inovasi yang terus didorong oleh pihaknya guna menjawab tantangan tahunan di sektor peternakan.
“BPTU-HPT Pelaihari terus berupaya menghadirkan solusi nyata bagi peternak. Sorgum kami pilih karena tahan terhadap kekeringan dan memiliki nilai nutrisi yang baik untuk ternak,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, selain dimanfaatkan sebagai pakan segar, sorgum juga diolah oleh BPTU-HPT Pelaihari menjadi silase atau pakan fermentasi. Metode ini memungkinkan ketersediaan pakan tetap terjaga dalam jangka panjang, bahkan saat kondisi pakan hijauan sulit diperoleh.
“Melalui pengolahan silase, BPTU-HPT Pelaihari memastikan pakan tetap tersedia dan berkualitas, sehingga produktivitas ternak tidak terganggu meski di musim kemarau,” tambahnya.
Sebagai lembaga yang berfokus pada pengembangan pembibitan ternak dan hijauan pakan, BPTU-HPT Pelaihari terus mengoptimalkan berbagai inovasi berbasis sumber daya lokal. Salah satunya melalui pemanfaatan sorgum (Sorghum bicolor), tanaman serealia yang dikenal tahan terhadap cuaca ekstrem dan mampu tumbuh di lahan marginal.
Keunggulan sorgum yang dikembangkan BPTU-HPT Pelaihari antara lain mampu dipanen berulang kali (ratun) hingga tiga sampai empat kali dalam satu kali tanam, serta efisien dalam penggunaan air. Hal ini menjadikannya sebagai alternatif ideal di tengah perubahan iklim yang semakin tidak menentu.
Lebih lanjut, BPTU-HPT Pelaihari berharap pengembangan sorgum dapat menjadi model bagi peternak dalam menghadapi krisis pakan, sekaligus meningkatkan ketahanan sektor peternakan di daerah.
“Peran BPTU-HPT Pelaihari tidak hanya sebagai penyedia bibit, tetapi juga sebagai pusat inovasi pakan ternak. Kami ingin memastikan peternak tetap produktif dan sejahtera di segala musim,” tutup Arie.
Editor : Fauzan Ridhani