BATANG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus menunjukkan komitmen dan peran strategisnya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan melalui penyediaan pembiayaan sektor perumahan. Terbaru, BRI berpartisipasi aktif dalam perhelatan Akad Massal Debitur KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) serta Kredit Program Perumahan (KPP) yang berlangsung di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7).
Kegiatan berskala nasional ini dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang mengusung semangat Indonesia Incorporated demi memperluas akses hunian layak bagi masyarakat Indonesia.
“Inilah yang kita maksud dengan Indonesia Incorporated: yang besar membantu yang kecil, dan yang kecil bekerja keras untuk menjadi produktif. Kita sadar bahwa apa yang sudah kita capai cukup membanggakan, tetapi kita juga sadar bahwa kebutuhannya masih sangat besar,” ujar Presiden Prabowo.
Hadir secara langsung dalam perhelatan tersebut, Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan bahwa BRI sebagai bagian dari Danantara berkomitmen memperkuat ekosistem perumahan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Dukungan tidak hanya diberikan dari sisi permintaan (demand) bagi masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga dari sisi pasokan (supply) untuk para pengembang melalui skema KPP dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.
“Sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan UMKM dan ekonomi kerakyatan, BRI memandang sektor perumahan sebagai salah satu penggerak utama aktivitas ekonomi nasional. Sektor ini memiliki multiplier effect yang luas, mulai dari industri bahan bangunan, jasa konstruksi, transportasi, hingga penyerapan tenaga kerja,” jelas Hery.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait turut memberikan apresiasinya. Ia mencatat bahwa penyaluran rumah subsidi skema FLPP pada era pemerintahan Presiden Prabowo mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah sejak program diluncurkan pada 2010. Penyaluran rumah subsidi pada 2025 berhasil menembus angka 278.000 unit, melampaui capaian tahun 2023 yang berada di angka 228.000 unit.
Dalam gelaran akad massal kali ini, sebanyak 6.059 debitur BRI tercatat masuk dalam bagian 62.000 peserta akad massal FLPP nasional. Di saat yang sama, BRI juga menyalurkan KPP senilai Rp880 miliar kepada 7.100 debitur, mencakup pembiayaan sisi supply Rp308 miliar (227 debitur) dan sisi demand Rp572 miliar (6.873 debitur).
Secara keseluruhan, sepanjang periode Januari hingga 28 Juli 2026, realisasi penyaluran KPP oleh BRI telah mencapai Rp10,94 triliun kepada 78.520 penerima. Angka tersebut setara dengan 91,18% dari total target penyaluran KPP BRI tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp12 triliun.
Sementara dari sektor pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), penyaluran KUR BRI sepanjang Januari hingga Juni 2026 telah menembus Rp103,81 triliun yang tersalurkan kepada lebih dari 2 juta penerima di seluruh Indonesia.
Acara krusial ini turut dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, COO Danantara Indonesia Dony Oskaria, BP Tapera, serta para pengembang perumahan.
Editor : Muhammad Rizky