Tingkat Resiko Kinerja Lembaga Keuangan di Kalsel masih Terjaga 

Raudah Anisya • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 17:43 WIB
TETAP TERJAGA: OJK Kalsel menilai kondisi kinerja lembaga jasa keuangan di Kalsel masih stabil.(Foto: Dokumentasi Radar Banjarmasin)  
TETAP TERJAGA: OJK Kalsel menilai kondisi kinerja lembaga jasa keuangan di Kalsel masih stabil.(Foto: Dokumentasi Radar Banjarmasin)  

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalsel menilai kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan di Kalsel tetap menunjukkan kondisi yang stabil. Meskipun dihadapkan pada ketidakpastian geopolitik global dan tekanan inflasi, tingkat risiko lembaga jasa keuangan di Kalsel cenderung terjaga.

Kepala OJK Kalsel, Agus Maiyo mengatakan perkembangan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai mereda, sehingga tekanan terhadap pasar energi global juga berangsur menurun. Hal tersebut tercermin dari harga minyak dunia yang kembali mendekati level sebelum konflik terjadi.

"Meskipun demikian, risiko geopolitik tetap perlu dicermati karena stabilitas kawasan masih rentan terhadap potensi eskalasi baru. Bagi Kalimantan Selatan, dinamika global ini dapat memengaruhi biaya logistik komoditas ekspor seperti batu bara dan kelapa sawit, serta harga bahan baku," ujar Agus, baru-baru tadi.

Di tengah dinamika eksternal tersebut, perekonomian Kalsel, hingga posisi Mei 2026 atau pada triwulan I,
tetap menunjukkan resiliensi. Yakni, dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,67 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada triwulan IV 2025 yang sebesar 5,46 persen (yoy), sekaligus sedikit melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen (yoy).

Sementara itu, inflasi Kalsel pada Juni 2026 tercatat sebesar 4,47 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,08 persen.(sya/gr/oza)

Editor : Fauzan Ridhani
kinerja intermediasi ketegangan geopolitik banjarmasin otoritas jasa keuangan (ojk) lembaga jasa keuangan