RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Rencana menggabungkan 8 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Kalsel masih dalam tahap konsolidasi, hal tersebut diungkapkan Kepala OJK Kalsel, Agus Maiyo pada kegiatan media update di Banjarmasin, Selasa (28/7/2026).
Seperti diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan proses konsolidasi industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) terus berjalan sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur perbankan nasional.
Hingga akhir Juni 2026, OJK telah menyetujui penggabungan 81 BPR dan BPRS yang kemudian menjadi 24 entitas baru. Selain itu, lebih dari 200 BPR dan BPRS lainnya masih menjalani proses perizinan merger maupun peleburan di regulator.
Dijelaskan Agus Maiyo, kebijakan konsolidasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan ketahanan serta daya saing industri BPR dan BPRS di tengah perkembangan sektor keuangan.
BPR yang digabung adalah yang memiliki kepemilikan atau pengendalian oleh Pemegang Saham Pengendali (PSP) yang sama.
Konsolidasi tersebut bertujuan memperkuat struktur permodalan, meningkatkan tata kelola perusahaan, memperbaiki penerapan manajemen risiko, serta mendorong efisiensi operasional agar lembaga keuangan rakyat semakin sehat dan kompetitif.
OJK menilai keberhasilan proses konsolidasi akan mendukung terwujudnya visi pengembangan BPR dan BPRS dalam Roadmap Pengembangan BPR/BPRS 2024–2027. Yaitu, membangun industri yang berintegritas, tangguh, adaptif, berdaya saing, dan mampu berkontribusi terhadap perekonomian daerah.
"Kami sudah melakukan beberapa kali konsolidasi termasuk dengan Wakil Pemda, Sekda Kalsel, dan Kepala Biro Ekonomi, kami perkirakan April 2027 bisa rampung," imbuhnya.
Editor : Fauzan Ridhani