Bisa Sampai Sejam Antre Pertalite di SPBU Banjarmasin, Pertamina: Stok Aman!

Zulvan Rahmatan • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 11:36 WIB
Petugas di salah satu SPBU di Banjarmasin melakukan pengisian BBM. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
Petugas di salah satu SPBU di Banjarmasin melakukan pengisian BBM. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Antrean panjang kendaraan di jalur pengisian Pertalite mulai menjadi pemandangan sehari-hari di sejumlah SPBU Kota Banjarmasin. Banyak pengendara harus menunggu hingga hampir satu jam untuk mendapatkan BBM bersubsidi tersebut. Sebagian bahkan memilih membeli Pertalite eceran dengan harga lebih mahal agar tidak menghabiskan waktu di antrean.

Abdullah, warga Jalan Sungai Miai, mengaku pernah mengantre hampir satu jam di SPBU Jalan Sultan Adam. Pengguna Yamaha Fino 125 cc itu memilih tetap menggunakan Pertalite karena dinilai sesuai dengan spesifikasi motornya, sekaligus lebih ramah di kantong dibanding Pertamax. "Kalau sudah mengantre, sekalian saya isi penuh supaya tidak bolak-balik antre lagi," ujarnya, Senin (20/7).

Menurut Abdullah, antrean mulai terasa semakin panjang sejak harga Pertamax mengalami penyesuaian menjadi sekitar Rp17 ribu per liter. "Semenjak itu, antrean Pertalite seperti selalu diserbu," katanya.

Keluhan serupa disampaikan Eka Nurrisma, warga Jalan Cemara Raya. Pengguna Honda Scoopy itu menilai antrean panjang juga dipengaruhi aktivitas kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang.

Menurutnya, ada pengendara dengan tangki berkapasitas besar yang membutuhkan waktu lebih lama saat mengisi BBM, sehingga antrean semakin tersendat. "Mereka bisa sampai 15 menit sendiri mengisi. Kalau antreannya terlalu panjang, kadang saya beli eceran walaupun harganya Rp13 ribu per liter, daripada habis waktu," ujarnya.

Eka juga menyebut harga Pertalite eceran ikut terdongkrak. Jika sebelumnya berkisar Rp12 ribu per liter, kini di sejumlah tempat sudah mencapai Rp13 ribu per liter.

Meski demikian, ia belum berencana beralih ke Pertamax karena selisih harga dinilai cukup besar, dan Pertalite masih sesuai untuk kebutuhan harian kendaraannya.

Konsumsi Pertalite Naik

Fenomena meningkatnya antrean di SPBU sejalan dengan data PT Pertamina Patra Niaga yang mencatat adanya perubahan pola konsumsi masyarakat setelah penyesuaian harga BBM nonsubsidi pada 18 April 2026.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto mengatakan konsumsi Pertalite pada Juli 2026 meningkat sekitar 9,4 persen. "Telah terjadi perubahan perilaku konsumen untuk konsumsi BBM. Saat ini, terjadi peningkatan konsumsi BBM PSO (subsidi), baik Pertalite maupun Biosolar," ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, porsi penjualan Pertalite juga meningkat menjadi sekitar 80 persen, dari sebelumnya sekitar 75 persen.

Pertamina Pastikan Stok Aman

Meski konsumsi meningkat, Pertamina memastikan pasokan BBM di Kalimantan Selatan tetap aman. Sales Branch Manager Fuel Pertamina Patra Niaga Kalimantan Selatan, Wicaksono Ardhi mengatakan pemantauan stok dilakukan setiap hari di seluruh SPBU.

"Kami melakukan monitoring harian, mengingatkan penebusan stok, hingga melakukan penebalan suplai apabila ada SPBU yang memasuki kondisi stok kritis," jelasnya.

Selain menjaga ketersediaan pasokan, Pertamina juga memperketat pengawasan terhadap operasional SPBU. Sejak awal 2026, sebanyak 67 SPBU di Kalimantan Selatan telah mendapatkan pembinaan. Mulai dari teguran hingga penghentian sementara pasokan BBM akibat pelanggaran.

Dari jumlah tersebut, sekitar enam SPBU dijatuhi sanksi penghentian suplai, termasuk dua SPBU di Banjarmasin.

Menurut Wicaksono, sanksi diberikan berdasarkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pertamina dan pengelola SPBU serta mengacu pada ketentuan yang ditetapkan BPH Migas. Dengan konsumsi Pertalite yang terus meningkat, Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan memastikan penyaluran di SPBU tetap berlangsung sesuai aturan.(van/az/dye)

Editor : Arief
Sumber : RADAR BANJARMASIN edisi cetak
pertalite Pertamina BBM spbu berita Banjarmasin