RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Kalsel menjadi penyumbang terbesar ke-7 se-Indonesia untuk penjualan rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Khusus di Kalimantan, Kalsel menempati peringkat pertama dalam penjualan rumah FLPP.
Direktur Operasi Pemanfaatan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Muhammad Nauval Al-Ammari menjelaskan rumah FLPP paling diminati masyarakat, terutama Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), karena harganya yang terjangkau.
Mengacu data BP Tapera, Kalsel mendominasi penyaluran di tingkat regional, disusul dengan tingginya angka keterhunian rumah subsidi di Kota Banjarmasin. Dipaparkannya, secara nasional, hingga pertengahan tahun ini tercatat sebanyak 101.978 masyarakat di seluruh Indonesia telah menerima manfaat FLPP.
Jika diasumsikan satu keluarga terdiri dari empat orang, program ini telah menyentuh dan memberikan hunian layak bagi lebih dari 400 ribu jiwa. Dari total capaian nasional tersebut, Provinsi Kalsel memberikan kontribusi yang signifikan. Jumlah penerima manfaat FLPP di Kalsel mencapai 4.293 orang.
"Kalsel menempati posisi 1 di Regional Kalimantan sebagai provinsi jumlah penerima manfaat FLPP terbanyak. Dan peringkat 7 secara nasional dari seluruh provinsi di Indonesia," paparnya.
Keberhasilan program FLPP di Kalsel menurut Nauval didukung ekosistem kemitraan yang sangat aktif, baik dari sisi pengembang (developer) maupun perbankan. Terdapat ratusan pengembang yang aktif membangun perumahan FLPP untuk MBR. Lalu, ada enam asosiasi perumahan lokal atau dari total 22 asosiasi di tingkat nasional.
Sementara, untuk pembiayaan didukung oleh sembilan bank di Banjarmasin atau bagian dari 43 bank mitra nasional BP Tapera, yang mencakup bank Himbara, Bank Pembangunan Daerah (BPD), hingga bank swasta.
Editor : Fauzan Ridhani