Komitmen tersebut diperkuat melalui Pertemuan Stakeholder Lintas Sektor yang digelar di Aula I Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, Kamis (16/7). Sinergi ini juga melibatkan, PT Saptaindra Sejati (AlamTri Grup), PT Bukit Makmur Mandiri Utama, dan Yayasan Sinergi Indonesia Peduli (YSIP) sebagai mitra pendamping teknis.
Supervisor CSR Bidang Kesehatan PT Adaro Indonesia, Dwi Priyatno Jatmiko, menjelaskan bahwa inisiatif ini berangkat dari tantangan belum optimalnya layanan kesehatan berbasis siklus hidup serta masih perlunya penguatan kapasitas kader kesehatan di desa-desa Ring I.
"Program Penguatan Integrasi Layanan Kesehatan Primer ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung implementasi kebijakan Transformasi Sistem Kesehatan. Kami berupaya memperkuat layanan yang berorientasi pada upaya promotif dan preventif dengan menempatkan masyarakat sebagai pusat pelayanan," ujar Dwi.
Dalam pelaksanaannya, Adaro dan Tim Percepatan Penurunan Stunting menargetkan sasaran yang terukur. Sebanyak 25 kader dari lima posyandu akan mengikuti pelatihan dan asesmen kompetensi.
Sementara itu, sebanyak 63 balita stunting di Desa Bata, Sirap, Lalayau, Lasung Batu, dan Desa dahai akan mendapatkan intervensi melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) siap santap berbasis pangan lokal selama 90 hari, disertai suplementasi zinc dan camilan tinggi protein.
Selain itu, program ini juga menyasar satu pustu dan UPT Puskesmas Paringin sebagai pilot project revitalisasi pelayanan berbasis klaster ILP.
"Kami berharap seluruh intervensi ini mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perbaikan status gizi anak, khususnya pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Lebih dari itu, kolaborasi ini diharapkan menjadi praktik baik yang efektif, adaptif, dan dapat direplikasi di wilayah operasional lainnya," tambah Dwi.
Komitmen Adaro dan para mitra mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Balangan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, H. Ahmad Sauki, menilai dukungan sektor swasta sangat dibutuhkan karena stunting merupakan ancaman serius terhadap kualitas generasi masa depan di Bumi Sanggam.
"Penurunan stunting merupakan prioritas daerah karena berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Dengan adanya dukungan dari perusahaan mitra seperti Adaro dan yayasan, kami berharap jangkauan program semakin luas dan sumber daya di lapangan semakin kuat," ujar Sauki.
Ia juga memastikan bahwa melalui pertemuan tersebut, rencana aksi telah disusun secara matang agar implementasi program di lapangan berjalan efektif, selaras, dan tepat sasaran.
"Melalui kolaborasi lintas sektor ini, masing-masing pihak telah memiliki peran yang jelas sehingga tidak terjadi tumpang tindih program. Kami optimistis, melalui pembagian tugas yang terarah, angka stunting di Kabupaten Balangan dapat ditekan secara signifikan pada 2026," tegasnya.
Melalui sinergi multipihak yang berkelanjutan ini, Adaro bersama Pemerintah Kabupaten Balangan berharap ekosistem layanan kesehatan primer di desa semakin kuat. Pada akhirnya, upaya tersebut diharapkan mampu mewujudkan masyarakat Kabupaten Balangan yang lebih sehat, tangguh, dan sejahtera.