RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, TANJUNG - Bupati Kabupaten Tabalong, Muhammad Noor Rifani merasa bangga melihat 76 orang remaja dilepas bekerja sebagai operator alat berat di PT Sapta Indra Sejati (SIS) Admo hasil didikan Operator Preparation Program (OPP).
Ia mengucapkan terima kasih kepada perusahaan karena hal itu menjadi bukti kolaborasi, sinergi dan kebersamaan dengan Pemkab Tabalong berjalan luar biasa. "Membawa dampak outcome yang luat biasa bagi masyarakat. Ini benar-benar suatu legacy bersama," katanya.
Orang tua dan para remaja yang diterima bekerja bupati juga mengucapkan terima kasih. Mereka sudah mendidik dan berupaya sehingga dapat melalui proses program OPP.
Sebelumnya, Bupati sempat berasumsi putra-putri Tabalong tidak siap jika bekerja dunia industri pertambangan. Namun, ternyata tidak demikian. Mereka justru siap menjadi pemain utama di Tabalong.
Saat ini, Pemkab Tabalong juga mendukung untuk menyiapkan sumber daya manusia berkualitas melalui pemberian beasiswa kepada siswa berprestasi jenjang SD, SMP, dan perguruan tinggi.
Dengan bekal ilmu pengetahuan hingga perguruan tinggi, serta adanya program penerimaan pekerja pertambangan, akan membuat putra-putri Tabalong sukses di kampung halaman sendiri.
Chief Operation PT SIS Admo, Agus Harsanto mengatakan para remaja Tabalong yang diterima dalam program OPP sudah menjadi pekerja tambang yang handal. Berbeda dengan dua proses penerimaan lainnya. "Dari data statistik kami, angka pekerja dari hasil OPP ini berkontribusi paling sedikit dalam menyumbang kecelakaan," katanya.
Selain itu, mereka juga menjalani beberapa tahapan pengajaran untuk membentuk karakter pekerja yang layak di dunia industri pertambangan. "Melalui OPP kami bisa mencetak generasi PT SIS yang memiliki budaya khusus pekerja PT SIS," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, juga disampaikan testimoni dari sejumlah pekerja PT SIS yang berhasil diterima melalui program pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK).
Mereka mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemkab Tabalong yang telah memberi pelatihan operator alat berat, meski sebelumnya mereka tidak mengetahui sama sekali.
Editor : Fauzan Ridhani