RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Hampir separuh koperasi di Kota Banjarmasin kini menghadapi persoalan serius. Tidak beroperasi optimal dan banyak yang sekadar bertahan di atas kertas. Dari total sekitar 490 koperasi yang tercatat, lebih dari 200 dinyatakan tidak aktif. Ironisnya, hanya 29 koperasi yang benar-benar memenuhi indikator sehat.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskopumker) Banjarmasin, Machli Riyadi, mengungkapkan bahwa sekitar 290 koperasi masih aktif menjalankan kegiatan. Namun, jumlah yang benar-benar sehat sangat kecil. “Yang aktif sekitar 50 persen lebih, tetapi yang benar-benar sehat hanya 29 koperasi,” ujarnya, Senin (13/7).
Machli menilai, kondisi ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah. Koperasi yang dahulu pernah menjadi tulang punggung ekonomi rakyat kini meredup seiring berkembangnya sistem ekonomi modern.
“Banyak yang menganggap tata kelola ekonomi modern lebih maju, sehingga koperasi sempat ditinggalkan. Sekarang kami ingin mengembalikan muruah koperasi agar kembali relevan dengan perkembangan zaman,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan penghargaan kepada lima koperasi terbaik dari total 29 koperasi sehat dengan predikat Koperasi Maju dan Sejahtera. Mereka dinilai mampu menerapkan tata kelola sesuai kebutuhan pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota.
Selain itu, pemerintah mulai memfokuskan pembinaan terhadap 52 Koperasi Merah Putih yang telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB). Secara administrasi, koperasi tersebut sudah siap beroperasi, meski sebagian belum memiliki gedung sendiri.
Pemko berharap, seluruh koperasi tersebut segera aktif menjalankan usaha dan berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat. “Kami ingin koperasi tidak hanya berdiri secara administrasi, tetapi benar-benar hidup, produktif, dan memberikan manfaat bagi anggotanya maupun masyarakat,” tekannya.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief