RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Masih belum optimalnya kepatuhan korporasi terhadap administrasi badan hukum, menjadi alasan bagi Komite Advokasi Daerah (KAD) Anti Korupsi Kalsel untuk menyosialisasikan pentingnya kepatuhan laporan korporasi. Lewat kegiatan Forum Group Discussion (FGD) dengan tema optimalisasi kepatuhan korporasi melalui Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH), diharapkan pengusaha bisa semakin paham terhadap peraturan Pemerintah tentang pelaporan administrasi badan usaha.
Ketua KAD Anti Korupsi Kalsel, Shinta Laksmi Dewi menuturkan optimalisasi kepatuhan korporasi melalui Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH) sangat penting bagi dunia usaha. "Kami akui, masih banyak pengusaha yang hanya membuat badan usaha. Sementara. kewajiban sebagai badan usaha tidak diselesaikan dengan baik," ucap Shinta yang juga Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalsel pada kegiatan FGD di Galaxy Hotel Banjarmasin, Kamis (2/7/2026).
Ia pun berharap dengan FGD yang digelar KAD Anti Korupsi Kalsel, bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalsel dan KPK, pengusaha di Kalsel bisa semakin patuh dengan Permenkum dan berharap efeknya bisa lebih membuat pelaku usaha semakin tenang dalam berusaha. "Semoga pengusaha korporasi di Kalsel bisa semakin patuh terhadap aturan, agar semakin nyaman dalam berusaha," harapnya.
Pada kegiatan tersebut, KAD Anti Korupsi Kalsel menghadirkan tiga pembicara. Yaitu, Dewi Woro Lestari, Kepala Bidang Pelayanan Administrasi Hukum Umum Inspektorat Kalsel dan Dr Erni Rahmawati, Kepala Jurusan Vokasi D3 Akutansi ULM. Serta, Notaris Kalsel, Neddy Farmanto SH.
Editor : Fauzan Ridhani