RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KANDANGAN - Di tengah kabar kenaikan harga gas LPG 3 kilogram di sejumlah daerah di Provinsi Kalimantan Selatan, harga gas bersubsidi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dipastikan masih relatif stabil.
Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) HSS pada Senin (29/6/2026), belum ditemukan adanya lonjakan harga maupun gangguan pasokan di tingkat agen, pangkalan, maupun pengecer.
Fasilitator Perdagangan Disperindag HSS, Rif'at mengatakan stok LPG 3 kilogram di wilayah HSS masih mencukupi sehingga harga di pasaran tetap terkendali.
"Dari hasil pemantauan kami, Alhamdulillah di HSS harga elpiji 3 kilogram masih stabil. Stok pasokan juga masih cukup dan distribusinya berjalan lancar," ujarnya kepada Radar Banjarmasin.
Ia menjelaskan, harga gas LPG 3 kilogram di tingkat pengecer saat ini berkisar Rp27 ribu per tabung.
Hal itu juga dibenarkan oleh Fahri, salah seorang pengecer elpiji di HSS. Menurutnya, hingga saat ini belum ada perubahan harga dari yang biasa diterapkan kepada masyarakat. "Di eceran seperti saya menjualnya Rp27 ribu per tabung," katanya.
Sementara itu, harga di tingkat pangkalan masih berada di kisaran Rp23 ribu per tabung.
Salah seorang pemilik pangkalan elpiji di HSS, Saifullah, mengatakan harga tersebut masih sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia mengaku memperoleh pasokan dari agen dengan harga sekitar Rp17 ribu per tabung.
"Saya di pangkalan menjual Rp23 ribu per tabung. Kami mengambil dari agen dengan harga sekitar Rp18 ribu," ungkapnya.
Selain harga yang tetap sesuai ketentuan, Saifullah memastikan pasokan elpiji dari agen hingga ke pangkalan juga tidak mengalami kendala. Menurutnya, stok yang diterima masih normal sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.
"Untuk stok gas yang kami dapatkan dari agen tidak ada pengurangan, tetap lancar seperti biasa," tambahnya.
Meski sejumlah daerah di Kalimantan Selatan dilaporkan mengalami kenaikan harga gas LPG 3 kilogram, kondisi di Kabupaten HSS hingga akhir Juni 2026 masih tergolong aman.
Pemerintah daerah melalui Disperindag HSS akan terus melakukan pemantauan terhadap distribusi dan harga di lapangan guna memastikan pasokan tetap tersedia serta mencegah terjadinya kelangkaan maupun lonjakan harga yang dapat merugikan masyarakat.
Editor : Fauzan Ridhani