Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Hiswana Migas Kalsel Bilang Gas Melon Langka karena Permintaan Meningkat dan Semakin Banyak Masyarakat yang Pindah ke Gas Subsidi

Raudah Anisya • Minggu, 28 Juni 2026 | 13:50 WIB
PASOKAN KURANG: Ketua Hiswanamigas Kalsel, Hj Muliana (tengah) mengakui pasokan gas LPG 3 kilogram sedang langka karena permintaan yang meningkat.(Foto: Raudah Anisya/Radar Banjarmasin)  
PASOKAN KURANG: Ketua Hiswana Migas Kalsel, Hj Muliana (tengah) mengakui pasokan gas LPG 3 kilogram sedang langka karena permintaan yang meningkat.(Foto: Raudah Anisya/Radar Banjarmasin)  

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Semakin mahalnya harga gas LPG non subsidi, menyebabkan makin banyaknya masyarakat Kalsel yang beralih menggunakan gas LPG subsidi. Hal ini juga menjadi salah satu faktor langkanya gas LPG subsidi di masyarakat.

Ketua Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kalsel, Hj Muliana Yuniar mengatakan secara keseluruhan alokasi LPG 3 Kg dari Pertamina tidak mengalami pengurangan. Namun, berdasarkan pengamatan di lapangan, kelangkaan gas LPG 3 Kilogram alias gas melon yang dikeluhkan masyarakat diduga dipengaruhi oleh dua faktor utama.

Faktor pertama adalah adanya peralihan penggunaan dari LPG non subsidi ke LPG subsidi 3 Kilogram, setelah terjadi kenaikan harga LPG non subsidi pada 18 April 2026.

Menurutnya, harga LPG 5,5 Kg saat ini berada di kisaran Rp115 ribu hingga Rp125 ribu per tabung. Sedangkan, LPG 12 Kg dijual sekitar Rp205 ribu hingga Rp210 ribu. Perbedaan harga yang cukup jauh dengan LPG subsidi 3 Kg yang dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sekitar Rp18.500, membuat sebagian masyarakat beralih menggunakan gas melon.

"Kemungkinan banyak masyarakat yang sebelumnya menggunakan gas tabung 5,5 kilogram berpindah ke LPG 3 kilogram karena selisih harganya cukup jauh," ujarnya.

Faktor kedua berkaitan dengan banyaknya hari libur nasional atau tanggal merah pada bulan sebelumnya. Sesuai kebijakan Pertamina, pada hari libur nasional tidak dilakukan penyaluran LPG sebagaimana hari kerja biasa.

Muliana menjelaskan setiap agen gas di Kalsel pada umumnya memiliki alokasi harian antara dua hingga tiga truk LPG. Ketika terdapat hari libur, distribusi reguler tidak berjalan, sehingga stok yang diterima pangkalan ikut berkurang.

"Memang ada kebijakan tambahan satu truk untuk sebagian agen, tetapi jumlah itu belum mampu menggantikan alokasi yang hilang akibat tidak adanya penyaluran pada hari libur," jelasnya.

Saat ini, terdapat sekitar 130 agen LPG di Kalsel yang masing-masing menerima alokasi harian sesuai kontrak dengan Pertamina. Di luar hari libur nasional, penyaluran LPG disebut tetap berjalan normal sesuai jadwal.

Meski demikian, Hiswana Migas Kalsel telah menyampaikan usulan kepada Pertamina agar dilakukan penambahan alokasi atau extra dropping sebagai pengganti distribusi yang tidak terlaksana saat hari libur.

Selain itu, Pertamina juga berencana menggelar operasi pasar di sejumlah daerah yang terdeteksi mengalami lonjakan harga maupun kekosongan stok LPG 3 Kilogram.

"Kami sudah menyampaikan kondisi ini kepada Pertamina. Mudah-mudahan ada tambahan alokasi dan operasi pasar di wilayah-wilayah yang memang membutuhkan," katanya.

Terkait harga LPG subsidi yang dijual di atas ketentuan, Muliana mengimbau masyarakat membeli LPG 3 Kg di pangkalan resmi agar memperoleh harga sesuai HET.

Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena pasokan LPG sebenarnya masih tersedia.

"Insya Allah barangnya ada. Apalagi bulan ini tidak banyak hari libur sehingga penyaluran kembali normal. Kami mengimbau masyarakat membeli di pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai ketentuan," ujarnya.

Muliana juga mengingatkan masyarakat yang mampu secara ekonomi agar tidak menggunakan LPG subsidi 3 Kg yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.

Menanggapi dugaan adanya permainan distribusi oleh agen maupun pangkalan, Muliana menegaskan hal tersebut cukup sulit dilakukan karena seluruh proses penyaluran diawasi secara ketat.

Menurutnya, seluruh agen diaudit secara berkala dan diwajibkan melaporkan distribusi LPG melalui sistem pelaporan daring yang terhubung langsung dengan Pertamina sehingga setiap transaksi dapat dipantau.

Apabila masyarakat menemukan adanya dugaan penyimpangan dalam penyaluran LPG subsidi, ia mempersilakan untuk melaporkannya melalui Pertamina Call Center 135.

"Kalau memang ada pelanggaran, silakan laporkan ke Pertamina melalui layanan 135. Apabila terbukti, penyaluran ke pangkalan tersebut bisa dihentikan sementara atau dikenakan sanksi skorsing sesuai ketentuan," tegasnya

Editor : Fauzan Ridhani
#Hiswana Migas Kalsel #pasokan gas LPG 3 Kilogram #gas non subsidi #Pertamina #banjarmasin