RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU - KEHADIRAN dua motor penggerak utama, KEK Setangga dan Mekar Putih, diproyeksikan membawa multiplier effect (dampak berganda) yang masif bagi struktur ekonomi Kalsel. KEK Setangga yang berdiri di atas lahan seluas 668,3 hektare di Kecamatan Simpang Empat, Tanah Bumbu, membidik target investasi fantastis mencapai Rp67,69 triliun. Kawasan ini difokuskan pada industri pengolahan, logistik, dan pengembangan energi berbasis sumber daya lokal.
Di sisi lain, Mekar Putih dirancang sebagai simpul logistik maritim lewat pelabuhan laut dalam (deep sea port) yang terintegrasi dengan paket infrastruktur strategis Jembatan Pulau Laut. Kehadiran pelabuhan internasional ini akan memotong jalur eksporimpor dan menarik industri manufaktur berskala global masuk ke selatan Kalimantan.
“Kita ingin barang dari Kalsel tidak lagi keluar dalam bentuk bahan mentah, tetapi sudah lewat proses nilai tambah. Imbasnya, investasi naik, lapangan kerja lokal terbuka, PAD meningkat, dan kontribusi sektor industri pengolahan terhadap PDRB melonjak tajam,” kata Kepala Bappeda Kalsel, Suprapti Tri Astuti.
Guna memastikan transformasi ekonomi berjalan mulus, Pemprov Kalsel telah merumuskan lima program prioritas yang bertindak sebagai stimulus pertumbuhan.
Yang pertama, Konektivitas Strategis melalui percepatan pembangunan Jembatan Pulau Laut dan jalan akses kawasan industri. Kemudian, Pengembangan KEK dan Kawasan Industri, berupa Hilirisasi sektor sawit, karet, perikanan, kehutanan, pertambangan, dan maritim.
Lalu, Infrastruktur Dasar: Kepastian pasokan air bersih, energi, jaringan distribusi, dan kepastian tata ruang bagi investor. Selain itu, program Pusat Distribusi Daerah: Penguatan manajemen logistik untuk e‑ siensi rantai pasok. Yang terakhir, Penguatan SDM dan UMKM: Melatih masyarakat lokal agar aktif menjadi pemasok, tenaga kerja, dan pelaku jasa di sekitar kawasan.
“Posisi Pemprov Kalsel adalah memastikan semua pihak bergerak dalam satu desain besar. Pusat memberi regulasi, provinsi mengintegrasikan perencanaan, kabupaten menyiapkan lahan, dan swasta masuk dengan investasinya. Dengan pola gotong royong ini, Kalsel siap menyongsong lompatan ekonomi baru,” pungkas Astuti
Editor : Arief