RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BATULICIN - Rencana operasional kios sembako murah "Ksatria Beraksi" milik Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu yang sebelumnya ditargetkan mulai berjalan pada akhir Mei 2026 hingga kini belum terealisasi.
Kepala Bidang Perdagangan dan Metrologi Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskumdagri) Kabupaten Tanah Bumbu, Hendro Satria Rahmatullah mengatakan penundaan tersebut disebabkan belum tersedianya pasokan bahan pokok dari Bulog yang akan dijual melalui kios tersebut. "Salah satunya Minyakita yang saat ini belum tersedia," kata Hendro.
Menurut Hendro, ketersediaan pasokan menjadi faktor utama sebelum kios sembako murah dibuka untuk masyarakat. Pemerintah daerah ingin memastikan stok kebutuhan pokok tersedia secara cukup agar program dapat berjalan berkelanjutan.
Program "Ksatria Beraksi" sebelumnya direncanakan beroperasi pada akhir Mei 2026 di Kantor Diskumdagri Tanah Bumbu, Jalan Dharma Praja, Kelurahan Gunung Tinggi. Kios tersebut disiapkan sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.
Sejumlah komoditas yang direncanakan dijual antara lain beras, gula pasir, dan minyak goreng dengan harga yang mengacu pada harga gudang dari Bulog maupun distributor resmi.
Meski mengalami penundaan, Hendro berharap operasional kios sembako murah dapat segera dimulai pada Juni 2026 apabila pasokan barang yang dibutuhkan telah tersedia. "Mudah-mudahan bulan Juni ini sudah bisa diluncurkan," ujarnya.
Diskumdagri Tanah Bumbu saat ini masih berkoordinasi dengan Bulog terkait ketersediaan stok komoditas yang akan dipasarkan melalui kios sembako murah tersebut.
Editor : Fauzan Ridhani