RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Bank Kalsel merilis informasi terbaru terkait dibatalkanya operasional sebagai Bank Devisa yang dijadwalkan tanggal 17 Juni 2026. Manajemen Bank Kalsel mengumumkan operasional jadi Bank devisa tersebut ditunda hingga 22 Juni 2026.
"Memang ada penundaan, rencana pada 22 Juni 2026 akan diluncurkan operasional Bank Kalsel sebagai Bank Devisa," ungkap Direktur Bank Kalsel, Fachrudin.
Fachrudin mengatakan seluruh persiapan menuju operasional Bank Devisa telah dilakukan. Saat ini Bank Kalsel tinggal menuntaskan tahapan akhir sebelum resmi memberikan layanan transaksi valuta asing dan kegiatan perbankan internasional lainnya.
Menurutnya, proses menjadi bank devisa memerlukan perjalanan panjang dan pemenuhan berbagai persyaratan regulator. Setelah memperoleh izin prinsip pada akhir Desember 2025, Bank Kalsel harus memenuhi puluhan persyaratan administratif, operasional, manajemen risiko, teknologi informasi, kepatuhan, hingga kesiapan sumber daya manusia sebelum mendapatkan izin operasional.
Status Bank Devisa memungkinkan bank Kalsel melakukan berbagai layanan transaksi dalam mata uang asing. Seperti transfer internasional, pembukaan rekening valuta asing, transaksi ekspor-impor, remitansi, hingga layanan pendukung perdagangan internasional sesuai ketentuan regulator.
Fakhrudin menyampaikan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Daerah dan seluruh pemangku kepentingan di Kalsel.
“Kami bersyukur seluruh proses dapat dilalui dengan baik. Ini merupakan hasil kolaborasi dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan beserta seluruh pihak yang selama ini mendukung penguatan Bank Kalsel,” ujarnya.
Ia optimistis status baru sebagai Bank Devisa akan memperkuat daya saing Bank Kalsel sekaligus membuka peluang bisnis yang lebih luas.
“Dengan menjadi bank devisa, kami memiliki ruang yang lebih besar untuk melayani kebutuhan masyarakat dan dunia usaha, termasuk sektor perdagangan internasional. Kami berharap hal ini dapat meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan Kalimantan Selatan,” pungkasnya.
Editor : Fauzan Ridhani