Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dongkrak Daya Saing Penyedia Lokal, Pemprov Kalsel Terapkan Mini Kompetisi E-Katalog Versi 6 

admin • Kamis, 18 Juni 2026 | 19:28 WIB
MENGAWALI: Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor membacakan sambutan Gubernur Kalsel, H Muhidin sekaligus membuka acara Pembinaan Pelaku Usaha dalam Pelaksanaan Mini Kompetisi pada Katalog Elektronik Versi 6 di Grand Maya Hotel, Banjarbaru, Kamis (18/6/2026).(Foto-foto: Biro PBJ Kalsel)
MENGAWALI: Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor membacakan sambutan Gubernur Kalsel, H Muhidin sekaligus membuka acara Pembinaan Pelaku Usaha dalam Pelaksanaan Mini Kompetisi pada Katalog Elektronik Versi 6 di Grand Maya Hotel, Banjarbaru, Kamis (18/6/2026).(Foto-foto: Biro PBJ Kalsel)
 
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus mematangkan kesiapan para pelaku usaha lokal dalam menghadapi transformasi digital pengadaan barang dan jasa Pemerintah. Langkah strategis ini ditandai dengan dibukanya kegiatan Pembinaan Pelaku Usaha dalam Pelaksanaan Mini Kompetisi pada Katalog Elektronik Versi 6 di Grand Maya Hotel, Banjarbaru, Kamis (18/6/2026).
 
Gubernur Kalsel, H Muhidin dalam hal ini diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, DR Ir Ariadi noor MSi menegaskan penerapan sistem teranyar ini bukan lagi sekadar pilihan metode belanja elektronik (e-purchasing), melainkan sudah menjadi instrumen wajib. Aturan tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala LKPP Nomor 93 Tahun 2025 yang mengamanatkan tata cara mini kompetisi pada sistem digital tersebut.
 
"Saat ini, keberhasilan memperoleh paket pekerjaan tidak lagi ditentukan oleh siapa yang lebih dahulu tayang di e-katalog. Lebih dari itu, sistem ini menuntut kemampuan riil penyedia dalam menunjukkan daya saing usaha yang sesungguhnya," ujar Ariadi. 
 
SOSIALISASI: Para narasumber dari LKPP RI memberikan materi pelaksanaan mini kompetisi pada katalog elektronik versi 6.
SOSIALISASI: Para narasumber dari LKPP RI memberikan materi pelaksanaan mini kompetisi pada katalog elektronik versi 6.
 
 
Skema mini kompetisi yang dirancang oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) ini membawa angin segar bagi iklim usaha. Melalui platform digital ini, proses pengadaan diklaim akan berjalan lebih terbuka, efisien, akuntabel, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh vendor.
 
Lebih lanjut, keterlibatan aktif pelaku usaha berskala Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga menjadi fokus utama Pemprov Kalsel. Hal ini sejalan dengan komitmen regulasi pada Pasal 4 Huruf C Perpres Nomor 12 Tahun 2021, sebagaimana diubah terakhir melalui Perpres Nomor 46 Tahun 2025 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
gggf
DOKUMENTASI: Para narasumber dan peserta, juga perwakilan Pemprov Kalsel berfoto bersama saat pembukaan acara Pembinaan Pelaku Usaha dalam Pelaksanaan Mini Kompetisi pada Katalog Elektronik Versi 6. 
 
"Tujuan akhirnya adalah value for money. Kita ingin memastikan setiap Rupiah belanja daerah menghasilkan output yang berkualitas. Untuk itu, saya meminta seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kalsel mengoptimalkan Katalog Elektronik Versi 6 ini dan memprioritaskan produk dalam negeri," cetusnya.
 
Melalui pembinaan ini, para pelaku usaha di Banua diharapkan mampu mendalami regulasi terbaru serta memperkuat strategi bisnis mereka. Mengingat anggaran belanja pengadaan Pemerintah sangat besar dan terus tumbuh, peluang ini wajib ditangkap secara maksimal lewat kompetisi yang sehat.
Editor : Fauzan Ridhani
#LKPP RI #katalog elektronik #Biro Pengadaan Barang dan Jasa #banjarbaru #Pemprov Kalsel