Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Permintaan Mobil Listrik di Kalsel Meningkat, Dampak Kenaikan BBM?

M Fadlan Zakiri • Kamis, 18 Juni 2026 | 08:03 WIB
MOBIL LISTRIK: Kenaikan harga harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi menjadi pemicu tingginya permintaan mobil listrik. (Foto: Fadlan Zakiri/Radar Banjarmasin)
MOBIL LISTRIK: Kenaikan harga harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi menjadi pemicu tingginya permintaan mobil listrik. (Foto: Fadlan Zakiri/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU - Lantai pamer diler BYD oleh Haka Auto di Kalimantan Selatan mendadak sibuk luar biasa dalam beberapa pekan terakhir. Lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi menjadi salah satu pemicu utamanya.

Kebijakan ini menghantam sisi psikologis para pemilik mobil konvensional, yang kemudian memilih berbondong-bondong mendatangi diler untuk menukar kendaraan bensin mereka dengan mobil listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV).

Realitas lapangan ini dibeberkan secara gamblang oleh Alfian, Sales Executive BYD Haka Auto Kalsel. Menurutnya, efek kenaikan harga Pertamax yang dirasakan konsumen sangat masif di tingkat eceran membuat peta penjualan BYD melesat tajam.

Baca Juga: Permintaan Mobil Listrik di Kalsel Meningkat, Penjualan Mobil Bekas Terdampak

Ia mengakui, sejak harga Pertamax naik, penjualan mobil listrik, terutama BYD mengalami kenaikan signifikan. “Dampaknya, konsumen yang datang khusus untuk menanyakan skema trade-in (tukar-tambah) dari bensin ke listrik ini banyak sekali,” ujar Alfian.

Ia mengungkapkan, bahwa riak migrasi kendaraan di Kalsel sebenarnya sudah mulai terbaca sebelum harga Pertamax diketuk naik. Gelombang pertama justru dipicu oleh penyesuaian harga Solar. Pada momen tersebut, banyak pemilik mobil bermesin diesel berkapasitas besar yang memutuskan pindah haluan.

“Sebelum Pertamax naik, rata-rata yang menjual atau melakukan tukar-tambah itu dari pengguna mobil Solar (diesel). Di diler kami sendiri, sudah ada sekitar 7 unit mobil diesel yang dilepas konsumen untuk diganti ke mobil listrik karena alasan Solar naik,” bebernya.

Situasi tersebut diakuinya kian tidak terbendung ketika beberapa minggu kemudian harga Pertamax menyusul naik tajam. “Setelah Pertamax naik, orang-orang makin ramai datang ke diler, niatnya mutlak untuk tukar tambah ke mobil listrik,” terangnya.

Secara akumulatif, performa penjualan BYD di bawah bendera Haka Auto Kalsel sepanjang periode Januari hingga pertengahan Juni 2026 ini telah menembus angka 90 sampai 100 unit lebih.

Pada Kuartal I (Januari–Maret) 2026, diler mencatat konsumsi pasar yang sangat kuat dengan rata-rata penjualan mencapai 30 hingga 50 unit per bulan, di mana mayoritas pembeli didominasi oleh masyarakat dari area Banjarmasin dan Banjarbaru. Memasuki Kuartal II, pasar sempat mengalami dinamika penurunan karena peminat tipe Atto 3 cenderung sepi. Namun, perhatian pasar langsung tersedot penuh ke lini produk lainnya.

Mengenai kekhawatiran klasik masyarakat Kalsel yang kerap ragu membawa mobil listrik untuk perjalanan lintas kabupaten, seperti ke arah Banua Anam (Hulu Sungai) hingga ke pesisir Batulicin, tim Haka Auto Kalsel punya cara jitu untuk mematahkan keraguan tersebut.

Alfian dan tim salesnya selalu memberikan edukasi berbasis peta infrastruktur kelistrikan daerah yang sudah sangat siap. Untuk meyakinkan konsumen soal tempat pengecasan atau SPKLU, pihaknya pastinya selalu menginformasikan bahwa di setiap kantor PLN di seluruh daerah atau kabupaten di Kalsel itu sudah punya fasilitas SPKLU.  “Jadi, cari patokannya kantor PLN saja, di sana sudah pasti ada tempat pengecasan mobil listrik,” tukasnya.

Edukasi yang konsisten ini terbukti berhasil mendobrak ketakutan pasar psikologis luar kota (range anxiety). Imbasnya, serapan pasar BYD kini tidak lagi memusat di hilir perkotaan saja.

“Sekarang konsumen dari Batulicin sudah berani ambil BYD. Bahkan dari arah Hulu Sungai, sampai ke ujung Tanjung (Tabalong) itu sudah lumayan banyak yang mengambil mobil listrik, terutama unit BYD,” pungkasnya. 

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#Otomotif #kalimantan selatan #Mobil Listrik