Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tembus Lima Pulau Terluar Kotabaru, Ekspedisi Rupiah Berdaulat Resmi Berakhir

Jumain Radar Banjarmasin • Minggu, 14 Juni 2026 | 18:22 WIB
EKSPEDISI: Tanda seremonial selesainya Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Kotabaru, Minggu (14/6/2026).(Foto:Prokopim Setda Kotabaru)
EKSPEDISI: Tanda seremonial selesainya Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Kotabaru, Minggu (14/6/2026).(Foto:Prokopim Setda Kotabaru)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KOTABARU – Misi menjaga kedaulatan ekonomi di wilayah perairan Kalimantan Selatan (Kalsel) tuntas digelorakan. 

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kalsel bersama TNI Angkatan Laut (AL) resmi menutup gelaran Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 di Kecamatan Pulau Laut Timur, Kabupaten Kotabaru, Minggu (14/6/2026).

Kecamatan Pulau Laut Timur menjadi titik pamungkas dari rangkaian maraton layanan kas keliling kepulauan yang digeber sejak 9 Juni 2026 lalu. 

Misi utamanya jelas, menembus wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) demi memastikan peredaran uang layak edar merata hingga pelosok bahari.

Seremoni penutupan berlangsung khidmat. Dihadiri langsung Kepala KPw BI Kalsel, Haris Munandar dan Sekda Kotabaru, H Eka Saprudin mewakili Bupati Kotabaru. Ketua DPRD Kotabaru, Hj Suwanti dan perwakilan Danlanal Kotabaru, jajaran Forkopimcam Pulau Laut Timur, serta tokoh masyarakat setempat.

Kepala KPw BI Kalsel, Haris Munandar menegaskan ERB bukan sekadar agenda rutin tahunan. Ini adalah manifestasi sinergi nyata antara bank sentral dan TNI AL dalam mengawal kedaulatan Rupiah di garda terdepan NKRI.

Selama sepekan mengarungi lautan, tim ekspedisi berhasil menyisir dan menyambangi masyarakat di lima pulau terpencil. Mulai dari Pulau Matasirih, Marabatuan, Kerayaan, Kerasian, hingga berakhir di Pulau Laut Timur.

"Rupiah bukan sekadar alat pembayaran yang sah, tetapi juga simbol kedaulatan negara dan identitas bangsa. Melalui kegiatan ini, kami memastikan masyarakat kepulauan memperoleh layanan penukaran uang layak edar, sekaligus edukasi mengenai pentingnya merawat dan mengenali keaslian Rupiah," tegas Haris.

Ia juga melayangkan apresiasi tinggi kepada jajaran TNI AL. Berkat dukungan pengamanan kokoh dan armada Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), titik-titik pulau yang secara geografis sulit dijangkau akhirnya bisa tersentuh layanan keuangan dengan aman.

Apresiasi serupa datang dari korps baju putih. Komandan Lanal Kotabaru melalui Kapten Aminuddin menyatakan, TNI AL berkomitmen penuh mengawal program strategis nasional ini. 

“Keberadaan Rupiah di wilayah 3T adalah bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara. Kami siap mendukung penuh," tegasnya.

Langkah jemput bola BI dan TNI AL ini mendapat respons positif dari Pemerintah Kabupaten Kotabaru. Karakteristik Kotabaru yang didominasi kepulauan kecil membuat program ini terasa sangat krusial bagi hajat hidup masyarakat pesisir.

"Pemkab Kotabaru mendukung penuh. Ini bukti nyata kehadiran negara. ERB sangat membantu mendekatkan akses layanan keuangan dan meningkatkan pemahaman warga lokal untuk mencintai Rupiah," ujar Sekda Kotabaru, H Eka Saprudin.

Ia berharap, sinergi segitiga emas antara BI, TNI AL, dan Pemda ini bisa terus dirawat secara berkelanjutan.

Senada, Ketua DPRD Kotabaru, Hj Suwanti juga memberikan acungan jempol. Baginya, kehadiran kas keliling ini menjadi oase bagi warga pulau yang selama ini kesulitan menukarkan uang mereka yang sudah lusuh atau rusak.

"Kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Pulau Laut Timur. Kami berharap program berharga seperti ini bisa terus berlanjut di masa-masa mendatang," harapnya.

Editor : Fauzan Ridhani
#Pulau Terpencil #kas keliling #TNI Angkatan Laut (AL) #Pilau Laut Timur #bank indonesia (bi)