Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pasokan Melimpah, Harga Jual Bawang Merah di Pasar Lima Anjlok, Pedagang Mengaku Rugi

Zulvan Rahmatan • Jumat, 12 Juni 2026 | 20:55 WIB
KOMODITAS: Harga bawang merah di Pasar LIma anjlok di kisaran Rp15 ribu hingga Rp20 ribuan per kilogram, Kamis (11/6/2026).(Foto:Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
KOMODITAS: Harga bawang merah di Pasar LIma anjlok di kisaran Rp15 ribu hingga Rp20 ribuan per kilogram, Kamis (11/6/2026).(Foto:Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Harga bawang merah di Pasar Lima Banjarmasin anjlok dalam sepekan terakhir. Pada transaksi grosir, harga komoditas ini bahkan hanya berkisar Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram.

Pedagang bawang di Pasar Lima, Ikhsan mengaku penurunan harga terjadi sangat cepat dalam tiga hari terakhir. Bawang merah yang sebelumnya dijual Rp55 ribu per kilogram, kini hanya laku sekitar Rp35 ribu.

"Keadaan seperti ini tidak enak. Bukan lagi berpotensi rugi, tapi sudah pasti rugi," ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Menurut Ikhsan, melimpahnya pasokan menjadi salah satu penyebab utama merosotnya harga bawang merah. Saat ini, stok bawang merah dinilai lebih banyak dibanding permintaan pasar yang cenderung melemah.

Pasokan bawang di Pasar Lima masih didominasi produk lokal dari Bima, Jawa, dan Sulawesi, serta bawang impor asal Thailand. Meski harga terus merosot, pedagang tidak memiliki pilihan selain tetap menjual stok yang ada. Sebab, bawang merupakan komoditas yang tidak bisa disimpan terlalu lama.

"Mau ditahan juga tidak bisa karena ini sayuran. Harus tetap dijual meski rugi," keluhnya.

Ia juga menyoroti menurunnya daya beli masyarakat. Jika biasanya pelanggan membeli hingga 10 karung, kini rata-rata hanya mengambil tiga hingga empat karung.

Kondisi serupa dirasakan pedagang lainnya, Syaiful. Ia menyebut harga bawang merah asal Bima yang sebelumnya mencapai Rp55 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp40 ribu.

Sementara bawang merah asal Nganjuk, Jawa Timur, yang semula Rp48 ribu per kilogram kini bertahan di kisaran Rp35 ribu.

Tidak hanya bawang merah, harga bawang putih juga mengalami penurunan. Jika sebelumnya satu karung sempat dihargai Rp680 ribu, kini turun menjadi sekitar Rp630 ribu hingga Rp640 ribu.

"Ini bukan lagi stabil, tapi terjun bebas. Kabarnya panen sedang melimpah, jadi pedagang menjual tanpa memikirkan modal, karena takut barang tidak terserap pasar," katanya.

Di tengah harga yang terus turun, para pedagang tetap harus menjual stok lama yang dibeli saat harga masih tinggi. Kerugian sulit dihindari.

Namun, data yang dimiliki Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin) Kota Banjarmasin menunjukkan kondisi berbeda.

Kepala Bidang Perdagangan Disperdagin Banjarmasin, Faisal Akly mengatakan berdasarkan pemantauan di Pasar Kalindo, harga bawang merah justru naik dari Rp60 ribu menjadi Rp63 ribu per kilogram.

Sementara, harga bawang putih naik tipis dari Rp34 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram. Adapun bawang bombai turun dari Rp30 ribu menjadi Rp28 ribu per kilogram.

"Data ini berdasarkan pemantauan hari ini dan kemarin di Pasar Kalindo, Banjarmasin Barat," ujarnya.

Faisal menjelaskan perbedaan harga antar pasar dapat terjadi akibat disparitas harga yang dipengaruhi akses distribusi, ketersediaan barang, hingga tingkat persaingan pasar.

Untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga, Disperdagin Banjarmasin terus menjalin kerja sama dengan berbagai daerah sentra produksi bawang di luar Kalimantan.

Editor : Eddy Hardiyanto

Editor : Fauzan Ridhani
#harga bawang merah #Pasar Lima #rugi #banjarmasin #Penurunan Harga