RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Sektor properti menjadi sektor yang paling terdampak dengan naiknya BBM dan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS. Kini dampak itu kian meresahkan pebisnis di sektor properti yang ada di Kalsel.
Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Kalsel, H Ahyat Sarbini mengaku pasar properti di Kalsel sedang sepi karena daya beli masyarakat yang menurun. Menurutnya, saat ini harga-harga mengalami kenaikan, termasuk kebutuhan pokok. "Selain itu, kami semakin terdampak karena harga bahan bangunan yang naik tajam, bahkan hingga di atas 30 persen," ungkapnya.
Menurut Ahyat, kondisi ini makin parah dengan belum adanya kenaikan harga rumah bersubsidi yang ditetapkan Pemerintah. "Kami sudah meminta kenaikan harga, karena biaya membangun rumah sudah semakin mahal akibat kenaikan harga bahan bangunan," jelasnya.
H Rony, salah satu pengembang perumahan di Kalsel menambahkan kenaikan bahan bangunan sangat memukul sektor properti, terutama untuk pengembang rumah bersubsidi. "Kami sangat berharap Pemerintah segera menaikkan harga rumah bersubsidi, agar pengembang bisa kembali membangun rumah dengan lebih nyaman," harapnya.(sya/el/oza)
Editor : Fauzan Ridhani