Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Sektor Properti Mulai Terimbas Kurs Dollar AS, Daya Beli Turun, Harga Bahan Bangunan Naik Tajam

Raudah Anisya • Jumat, 12 Juni 2026 | 17:37 WIB
PERUMAHAN: Sektor properti di Kalsel terimbas kenaikan BBM dan melemahnya Rupiah terhadap Dollar AS.(Foto; Raudah Anisya/Radar Banjarmasin)
PERUMAHAN: Sektor properti di Kalsel terimbas kenaikan BBM dan melemahnya Rupiah terhadap Dollar AS.(Foto; Raudah Anisya/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Sektor properti menjadi sektor yang paling terdampak dengan naiknya BBM dan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS. Kini dampak itu kian meresahkan pebisnis di sektor properti yang ada di Kalsel.

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Kalsel, H Ahyat Sarbini mengaku pasar properti di Kalsel sedang sepi karena daya beli masyarakat yang menurun. Menurutnya, saat ini harga-harga mengalami kenaikan, termasuk  kebutuhan pokok. "Selain itu, kami semakin terdampak karena harga bahan bangunan yang naik tajam, bahkan hingga di atas 30 persen," ungkapnya.

Menurut Ahyat, kondisi ini makin parah dengan belum adanya kenaikan harga rumah bersubsidi yang ditetapkan Pemerintah. "Kami sudah meminta kenaikan harga, karena biaya membangun rumah sudah semakin mahal akibat kenaikan harga bahan bangunan," jelasnya.

H Rony, salah satu pengembang perumahan di Kalsel menambahkan kenaikan bahan bangunan sangat memukul sektor properti, terutama untuk pengembang rumah bersubsidi. "Kami sangat berharap Pemerintah segera menaikkan harga rumah bersubsidi, agar pengembang bisa kembali membangun rumah dengan lebih nyaman," harapnya.(sya/el/oza)

Editor : Fauzan Ridhani
#nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS #sektor properti #banjarmasin #Real Estate Indonesia (REI)