RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu, ternyata kinerja sektor perbankan di Kalsel hingga Maret 2026 menunjukkan tren positif. Penyaluran kredit tumbuh 5,89 persen menjadi Rp 83,14 triliun, didorong lonjakan kredit investasi yang mencapai 27,75 persen.
Diungkapkan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalsel, Agus Maiyo kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau NPL gross berada di level aman 2,57 persen. "Sektor perbankan di Kalsel hingga Maret 2026 masih menunjukkan kinerja yang solid di tengah dinamika ekonomi. Pertumbuhan kredit tetap positif, likuiditas perbankan memadai, dan risiko kredit terjaga dengan baik," ungkapnya, baru-baru tadi.
Pada Maret 2026, penyaluran kredit di Kalsel tumbuh sebesar 5,89 persen secara tahunan atau mencapai Rp 83,14 triliun. Kualitas kredit juga tetap sehat dengan rasio Non Performing Loan (NPL) gross berada di level 2,57 persen.
Dari sisi penggunaan, Kredit Investasi menjadi motor utama pertumbuhan dengan lonjakan mencapai 27,75 persen. Sementara itu, Kredit Konsumsi tumbuh 6,03 persen. Namun, Kredit Modal Kerja masih menghadapi tantangan karena mengalami kontraksi sebesar 9,46 persen.
"Penyaluran Kredit Investasi terbesar tercatat berada di Banjarmasin dengan nilai mencapai Rp 19,56 triliun, disusul Kabupaten Tanah Bumbu sebesar Rp 1,02 triliun," pungkasnya.
Editor : Fauzan Ridhani