RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Makin meguatnya kurs Dollar As tehadap Rupiah rupanya belum memberikan efek yang signifikan terhadap tarif jasa bongkar muat di pelabuhan. Meski kurs per 1 Dollar AS terhadap Rupiah kini mencapai Rp18 ribu, tetap tidak berpengaruh dengan biaya operasional jasa bongkar muat pelabuhan.
Hal ini disampaikan Hj Uzlah, Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Kalsel. Uzlah menjelaska upah atau pembayaran jasa bongkar muat pelabuhan tidak menggunakan Dollar AS, tapi Rupiah. "Kecuali ada kenaikan BBM, ini yang sangat mempengaruhi biaya operasional kami," ucapnya saat ditemui di Banjarmasin, baru-baru tadi.
Diakuinya, kalau harga BBM mengalami kenaikan, tentunya pihaknya akan melakukan penyesuaian tarif jasa bongkar muat barang di pelabuhan, karena dipastikan ada biaya tambahan akibat kenaikan BBM.
Meski kenaikan kurs Dollar AS belum menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap tarif jasa bongkar muat di pelabuhan, Uzlah tetap berharap kurs Dollar AS terhadap Rupiah bisa ditekan. Pasalnya, pengaruhnya akan terjadi pada kenaikan bahan kebutuhan pokok dan kebutuhan sekunder lainnya. "Semoga Pemerintah tetap bisa memberikan kondisi ekonomi yang bagus untuk masyarakat termasuk untuk dunia usaha," harapnya.
Editor : Fauzan Ridhani