RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) kembali mencatat penerimaan dividen yang dinilai cukup besar dari perusahaan daerah.
Yakni, senilai Rp3,4 miliar untuk 13 persen saham dari PTAM Bandarmasih pada 2025.
Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kalsel, Eddy Elminsyah Jaya usai menghadairi Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) bersama Pemerintah Kota Banjarmasin. Jumat (5/6/2026) petang.
“Ini merupakan salah satu penerimaan dividen terbesar yang pernah diterima,” ujarnya.
Meski mayoritas saham dimiliki Pemko Banjarmasin, penerimaan dividen ini dinilai sangat membantu menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), di tengah situasi Pemprov Kalsel yang sedang mengalami penurunan dana transfer dari Pemerintah Pusat.
Eddy berharap PTAM Bandarmasih dapat menjadi tolok ukur bagi perusahaan air minum daerah lainnya yang ada di Kalsel guna memicu dividen yang sehat bagi Pemerintah Daerah selaku pemegang saham.
“Kita sampaikan terima kasih, Pemko Banjarmasin dan manajemen PTAM sangat solid selama 2025. Pertahankan performa ini dan catatkan kinerja yang jauh lebih baik lagi pada 2026,” sampainya.
Sementara Itu, Direktur Utama PTAM Bandarmasih, Zulbadi mengatakan penyaluran dividen terbesar akan diserahkan kepada Pemko Banjarmasin sebagai pemegang saham mayoritas.
Ia menyebut capaian laba perusahaan sudah berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan. Yakni, melakukan kendali efisiensi, serta memaksimalkan potensi pendapatan perusahaan.
“Jadi, sangat dipengaruhi kemampuan manajemen. Mengoptimalkan pendapatan dan menekan biaya operasional yang efisien,” jelasnya.
Selain itu, ia menilai, tren peningkatan layanan dan pemerataan jaringan distribusi air bersih yang mulai tersebar merata, efektif memberikan dampak positif terhadap kenaikan laba perusahaan.
Dalam RUPS ini, juga dibahas laporan evaluasi kinerja perusahaan sepanjang 2025. Kemudian, perusahaan juga telah melakukan pengesahan rencana bisnis jangka panjang untuk lima tahun ke depan, yang dinilai penting karena adanya jajaran direksi yang baru.
Di sisi lain, juga terdapat perubahan pada Rencana Kerja Anggaran (RKA) perusahaan tahun ini. Kondisi ini merespons krisis global di kawasan timur tengah yang berdampak pada kenaikan harga material jaringan pipa yang selama ini diimpor. Akibatnya, perusahaan harus segera menyesuaikan program.
“Program kerja disesuaikan. Keberlangsungan perusahaan dan kepentingan masyarakat diupayakan tetap seimbang,” ungkap Zulbadi.
Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, HM Yamin HR menegaskan perubahan strategi bisnis harus dilakukan karena terdapat material sambungan air yang mengalami perubahan harga.
Di sisi lain, Pemko Banjarmasin juga mendorong manajemen PTAM Bandarmasih untuk memaksimalkan saluran instalasi air bersih kepada masyarakat.
“Akibat dari perubahan harga tersebut, disepakatilah perubahan RKA perusahaan, yang disesuaikan dengan aturan yang berlaku,” pungkasnya.
Editor : Fauzan Ridhani