RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Stabilitas ekonomi Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai mendapat sinyal kuning. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel merilis data terbaru Indeks Harga Konsumen (IHK) periode Mei 2026 yang menunjukkan tren inflasi mengkhawatirkan.
Secara tahunan (year-on-year/y-on-y), Kalsel dihantam inflasi sebesar 4,22 persen dengan IHK mencapai 112,98. Dari seluruh wilayah amatan, Kabupaten Tanah Laut mencatat inflasi tertinggi dengan lonjakan harga mencapai 5,03 persen, jauh di atas rata-rata provinsi. Sebaliknya, Kabupaten Kotabaru menjadi daerah dengan inflasi terendah di angka 3,53 persen.
Plh Kepala BPS Kalsel, Ahmad Mudzakkir, menjelaskan bahwa seluruh kabupaten/kota amatan IHK di Kalsel kompak mengalami inflasi. Namun, akumulasi kenaikan harga di Tanah Laut paling agresif dalam setahun terakhir.
Diterangkannya, faktor utama pendorong inflasi tahunan ini dipicu oleh melesatnya harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang secara provinsi naik hingga 5,87 persen. “Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga melesat tajam sampai 17,72 persen,” ungkap Mudzakkir dalam ekspose Berita Resmi Statistik (BRS) di Banjarbaru, Selasa (2/6).
Secara bulanan (month-to-month/m-to-m), pergerakan harga Mei 2026 dibanding April 2026 relatif tipis di angka 0,20 persen. Bahkan, beberapa komoditas pokok seperti daging ayam ras, ikan nila, telur ayam ras, dan ikan gabus sempat menyumbang deflasi.
Namun, penurunan harga bulanan tersebut belum cukup kuat untuk menahan lonjakan inflasi tahunan yang telanjur tinggi di Tanah Laut.
Posisi Tanah Laut sebagai “juara inflasi” di Kalsel menjadi alarm keras bagi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Tekanan harga yang tinggi di daerah penyangga komoditas ini berisiko menggerus upah riil pekerja lokal dan menaikkan garis kemiskinan jika tidak segera diintervensi dengan kebijakan masif oleh pemerintah daerah.
Tanah Laut Tertinggi, Sinyal Kuning Ekonomi
- Inflasi Provinsi Kalsel (y-on-y): 4,22%
- Indeks Harga Konsumen (IHK): 112,98
- Inflasi Tertinggi: Tanah Laut – 5,03%
- Inflasi Terendah: Kotabaru – 3,53%
Faktor Pendorong Inflasi Tahunan
- Makanan, Minuman, dan Tembakau: +5,87%
- Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya: +17,72%
Pergerakan Bulanan (m-to-m)
- Mei 2026 vs April 2026: +0,20%
- Komoditas Penyumbang Deflasi: Daging ayam ras, Ikan nila, Telur ayam ras, Ikan gabus
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief