RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) Kalsel resmi melantik jajaran Ketua dan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) untuk lima Kabupaten/Kota sekaligus, pada Sabtu (30/5/2026). Yakni, Banjarmasin, Banjarbaru, Tanah Laut, Barito Kuala, dan Banjar.
Langkah ini diambil sebagai bentuk penguatan roda organisasi dalam mendukung penuh sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner di banua.
Ketua Umum DPD APJI Kalsel, H Aftahuddin menyampaikan pihaknya akan menjadi motor penggerak baru bagi pelaku usaha kuliner, mulai dari restoran, kafe, hingga pedagang tenda.
"UMKM adalah sarana dan prasarana ekonomi kerakyatan yang sangat penting. Mereka tidak perlu khawatir dengan gejolak mata uang asing karena fokus utama mereka adalah perputaran Rupiah sehari-hari. Tugas APJI ke depan adalah memastikan UMKM kita terus tumbuh dan naik kelas," ujar H Aftahuddin.
Plh Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Produk UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kalsel, Noor Aneka Linda Wati menjelaskan Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah mampu menyentuh angka 8,1%.
Sinergi antara Dinas dan APJI diyakini akan mempercepat pencapaian target tersebut melalui berbagai program pemberdayaan, mulai dari sisi promosi, pemasaran, legalitas, hingga aspek pembiayaan.
"Kami ingin APJI menjadi mitra untuk mengawal program prioritas Pemerintah Daerah, khususnya dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah sebanyak 8,1%," ungkapnya.
Pihaknya juga membuka lebar pintu sinergi dalam hal pemberdayaan, aspek pembiayaan, hingga legalitas gratis bagi para pelaku usaha yang bernaung di bawah APJI.
"Kami bisa berpartner dari sisi pemberdayaan UMKM lainnya dan pengembangan UMKM, baik dari sisi promosi, legalitas, pembiayaan, hingga pemasaran," pungkasnya.
Melalui kerja sama taktis antara APJI dan Pemerintah Daerah ini, masa depan pemulihan ekonomi kerakyatan di Kalsel diharapkan makin kokoh, sekaligus mampu membawa para pelaku UMKM kuliner lokal melangkah lebih siap menghadapi tantangan pasar ke depan.
Editor : Fauzan Ridhani