Kinerja Fiskal dan Ekonomi Kalsel April 2026 Tumbuh Solid 5,67 Persen, Inflasi Terkendali dan Belanja Daerah Terakselerasi

Fauzan Ridhani • Dipublikasikan Senin, 25 Mei 2026 | 17:15 WIB
MENJELASKAN: Kepala Kanwil DJPb Kalsel, Catur Ariyanto Widodo kala menjelaskan perkembangan ekonomi Kalsel hingga April 2026 di Aula Kanwil DJPb Kalsel, Senin (25/5/2026).(Foto: Afifah/Kanwil DJPb Kalsel)
MENJELASKAN: Kepala Kanwil DJPb Kalsel, Catur Ariyanto Widodo kala menjelaskan perkembangan ekonomi Kalsel hingga April 2026 di Aula Kanwil DJPb Kalsel, Senin (25/5/2026).(Foto: Afifah/Kanwil DJPb Kalsel)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan (Kanwil DJPb Provinsi Kalsel) kembali melaporkan capaian impresif pada indikator ekonomi dan fiskal regional.

Performa positif yang tercatat sepanjang Triwulan I berhasil dipertahankan dan terus berlanjut hingga April 2026. Lewat pertumbuhan ekonomi yang solid, serta penyaluran anggaran yang kian efektif, Kalsel mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika perekonomian nasional. Pertumbuhan ekonomi Kalsel sukses mencapai 5,67% (yoy) pada Triwulan I 2026 (atau 5,67% c-to-c).

Dari sisi pengelolaan fiskal, realisasi Belanja Negara telah mencapai sebesar Rp9,50 triliun atau 31,75% dari pagu, di mana porsi terbesarnya dialokasikan untuk penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp6,68 triliun. Selain itu, kinerja APBD pada periode ini juga mencatatkan surplus sebesar Rp993,29 miliar, menandakan ruang fiskal yang sehat untuk 
mendukung pembangunan di Kalsel.

"Dinamika neraca perdagangan dan tantangan pengendalian inflasi perekonomian Kalsel terus menunjukkan resiliensi yang solid memasuki awal kuartal II 2026. Neraca Perdagangan Kalsel pada April 2026 konsisten mencatatkan surplus yang signifikan sebesar US$805,95 juta. Meski surplus ini mengalami kontraksi sebesar 2,29% (yoy) dan 13,46% (mtm) yang disebabkan oleh pertumbuhan nilai impor yang lebih tinggi dari ekspor. Kinerja perdagangan luar negeri tetap impresif. Nilai ekspor pada April 2026 mencapai US$1.059,10 juta, tumbuh 15,1% (yoy), yang utamanya didorong oleh peningkatan volume ekspor komoditas batubara 
sebagai penopang utama dengan kontribusi lebih dari 50%," sebut Kepala Kantor Wilayah Direltorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalsel, Catur Ariyanto Widodo, Senin (25/5/2026).

Di sisi lain, nilai impor juga naik tajam sebesar 46,06% (yoy) menjadi US$253,15 juta, akibat naiknya nilai impor komoditas minyak petroleum serta kenaikan harga transaksi BBM diesel. Dari sisi pergerakan harga, tekanan inflasi di Kalsel juga menunjukkan tren melandai pada April 2026. Inflasi tahunan tercatat sebesar 3,67% (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 112,75, turun dan melanjutkan tren positif dari bulan sebelumnya.

"Meskipun angka ini masih berada di atas rata-rata inflasi nasional yang menyentuh level 2,42% (yoy), secara bulanan (month-to-month), Kalsel justru mencatatkan deflasi sebesar -0,04%. Berbeda dengan nasional yang mengalami inflasi 0,13%. Kabupaten Tanah Laut tercatat sebagai wilayah dengan tekanan inflasi tertinggi di regional yang mencapai 3,96% (yoy), sementara inflasi terendah berada di Kabupaten 
Kotabaru sebesar 2,90% (yoy)," paparnya.

Editor : Fauzan Ridhani
Kanwil DJPb Kalsel indikator ekonomi fiskal regional penyaluran anggaran banjarmasin