Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Sambil Tunggu Kucuran Modal dari Pemerintah Pusat, KMP Pekauman Buka Angkringan

Zulvan Rahmatan • Senin, 25 Mei 2026 | 14:47 WIB
ADA GERAKAN: Angkringan di halaman Kantor Kelurahan Pekauman, Banjarmasin Selatan sebagai unit usaha dari program KMP. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
ADA GERAKAN: Angkringan di halaman Kantor Kelurahan Pekauman, Banjarmasin Selatan sebagai unit usaha dari program KMP. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Program Koperasi Merah Putih (KMP) mulai menunjukkan geliat di Kota Banjarmasin. Meski belum berjalan dalam skala besar, sejumlah wilayah mulai bergerak menjalankan program pemerintah pusat tersebut. Salah satunya Kelurahan Pekauman di Banjarmasin Selatan.

Alih-alih menunggu bantuan modal besar turun, pengelola KMP Pekauman memilih memulai langkah kecil dengan usaha nyata. Angkringan sederhana yang dibuka di halaman Kantor Kelurahan Pekauman menjadi titik awal perjalanan koperasi berbasis swadaya warga tersebut.

Lurah Pekauman sekaligus Ketua Pengawas KMP Pekauman, Rasyidah Hayani mengatakan program Koperasi Merah Putih di wilayahnya mulai menunjukkan perkembangan positif, meski pelaksanaannya masih dilakukan secara bertahap. “Kita menyesuaikan kondisi dulu. Kucuran modal besar masih belum ada. Begitu juga lahan dan pembangunan gedung,” ujarnya, Sabtu (23/5) malam.

Menurut Rasyidah, KMP Pekauman dibangun secara mandiri dengan mengandalkan partisipasi masyarakat. Saat ini, sekitar 30 warga tercatat aktif mengelola koperasi tersebut. Setiap anggota menyetor simpanan pokok sebesar Rp75 ribu dan simpanan wajib Rp10 ribu per pekan sebagai modal awal menjalankan usaha.

Dari hasil swadaya tersebut, koperasi berhasil menghimpun modal Rp2.925.000. Sekitar Rp1 juta di antaranya telah dipakai untuk menjalankan usaha angkringan. Angkringan itu hanya buka setiap Sabtu malam, dan kini telah berjalan selama lima pekan terakhir.

Meski sederhana, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Pantauan di lokasi menunjukkan halaman kelurahan dipenuhi pengunjung. Bahkan stok makanan hampir habis dalam waktu singkat meski layanan hanya berlangsung sekitar pukul 19.00 hingga 20.00 Wita.

Anggota Pengawas KMP Pekauman, Abdul Wahab menegaskan keberhasilan usaha tidak selalu ditentukan besarnya modal. Tetapi kemauan untuk bergerak dan memulai. “Kita tidak berpikir besarnya dulu. Kalau tidak ada gerakan, kapan kita mau sampai,” katanya.

Menurut Wahab, meski masih skala kecil, usaha angkringan tersebut mulai menghasilkan perputaran keuntungan. Ke depan, KMP diharapkan dapat terus berkembang dan membuka peluang usaha lain yang lebih besar.

Ia juga menegaskan koperasi tidak hanya identik dengan layanan pinjaman uang. Menurutnya, koperasi memiliki banyak peluang pengembangan usaha, tergantung kreativitas, kemampuan, dan dukungan masyarakat yang terlibat. “Yang ditarget tentu keuntungan usaha. Mudah-mudahan ke depan bisa terus berkembang dan berinovasi,” tutupnya. 

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#angkringan #kalimantan selatan #banjarmasin #koperasi