Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Sudah Dua Tahun Tak Bertumpu pada Batubara, Tanah Laut Maksimalkan Sektor Pertanian, Perikanan dan Peternakan

Jumain Radar Banjarmasin • Senin, 25 Mei 2026 | 14:04 WIB
Ilustrasi penurunan ekonomi di Kalsel
Ilustrasi penurunan ekonomi di Kalsel

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM,  PELAIHARI - Sejak dua tahun terakhir Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut (Tala) tidak lagi bertumpu pada sektor pertambangan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah daerah mulai mengembangkan potensi baru di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai penopang ekonomi masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program lintas dinas guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat di pedesaan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Tala, Muhammad Faried Widyatmoko mengatakan pihaknya terus mendorong peningkatan produksi pangan, khususnya padi, agar petani dapat melakukan panen dua hingga tiga kali dalam setahun.

Menurut Faried, program optimalisasi lahan (oplah), cetak sawah rakyat, hingga perbaikan jaringan irigasi menjadi langkah utama yang dilakukan pemerintah daerah untuk mendukung target tersebut.

“Dengan adanya program oplah dan cetak sawah rakyat, kami berharap luas tanam semakin bertambah dan produktivitas petani meningkat. Selain itu, kami juga melakukan pendampingan kepada kelompok tani agar penggunaan benih dan pupuk lebih optimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, sektor pertanian memiliki potensi besar untuk menjadi penopang ekonomi baru di Tala karena sebagian besar masyarakat masih bergantung pada hasil pertanian.

Sementara itu, di sektor perikanan, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Tala juga terus memberikan dukungan kepada nelayan dan pembudidaya ikan melalui berbagai bantuan sarana dan prasarana.

Kepala DKPP Tala Muhammad Kusri mengatakan bantuan yang diberikan meliputi alat tangkap, benih ikan, pakan, hingga pendampingan teknis kepada kelompok nelayan dan peternak ikan.

“Kami ingin produksi perikanan di Tala terus meningkat sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir dan pembudidaya ikan,” katanya.

Selain bantuan sarana, DKPP juga berupaya memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pengembangan budidaya ikan air tawar dan pengolahan hasil perikanan. (sal).

Di tengah riuh wacana Kalimantan Selatan sebagai Gerbang Logistik Ibukota Nusantara (IKN), Kabupaten Kotabaru kini berada di persimpangan jalan krusial.

Narasi transisi dari ekonomi lubang menuju ekonomi berkelanjutan  bukan lagi sekadar pemanis dokumen perencanaan, melainkan kebutuhan mendesak yang harus segera dieksekusi di lapangan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kotabaru, Sony Tua Halomoan, saat dikonfirmasi Radar Banjarmasin, Kamis (21/5) tidak menampik realitas bahwa struktur ekonomi Bumi Saijaan hingga detik ini masih sangat bergantung pada sektor pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit.

Namun, Sony memberikan catatan penting, masa kejayaan komoditas mentah tersebut ada batasnya. "Memang sampai saat ini Kotabaru masih bergantung pada batu bara dan sawit. Tapi sebenarnya, masih banyak sektor lain yang juga bisa bertumbuh di Kotabaru. Untuk tambang, mungkin siap berhenti. Tapi, kalau sawit itu kita bedakan," ujar Sony.

Ketika industri batu bara mulai diproyeksikan meredup, Kotabaru sejatinya memiliki modalitas kuat pada sektor Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) yang wewenang pemungutannya berada di daerah.

Salah satu motor penggeraknya adalah raksasa semen Indocement. "Sektor pertanian dan peternakan (terus dipacu). Sementara itu, kontribusi dari Indocement masih tinggi karena batu wewenang daerah, masuk dalam Mineral Bukan Logam dan Batuan. Dan ini peluang pendapatan daerah masih tinggi," kata Sony.

Editor: Arif Subekti

Editor : Arief
#Perikanan #pertanian #Tanah Laut #peternakan #Tambang