Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Bertahan di Tengah Lesunya Ekonomi di Kalsel, Omzet UMKM Menurun

Endang Syarifuddin • Senin, 25 Mei 2026 | 14:01 WIB
Ilustrasi penurunan ekonomi di Kalsel
Ilustrasi penurunan ekonomi di Kalsel

BANJARMASIN – Perlambatan ekonomi mulai dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Selatan. Penjualan menurun, biaya produksi meningkat, dan daya beli masyarakat melemah. Meski demikian, perajin kain sasirangan tetap berupaya bertahan dengan inovasi.

Dian Lia Rahmayanu, pemilik DL by Dianlia Sasirangan, mengungkapkan omzet usahanya menurun sejak harga bahan baku naik awal bulan ini. “Penjualan menurun dan keuntungan ikut turun,” ujarnya.

Harga kain sasirangan kini berkisar Rp90 ribu–Rp100 ribu per lembar untuk bahan katun, sementara kain sutra mencapai Rp250 ribu–Rp350 ribu per lembar. Lia menyiasati kondisi ini dengan memperkuat pemasaran digital dan menghadirkan motif eksklusif khas Banjar, seperti Kembang Barenteng dan Pohon Jingah yang telah memiliki perlindungan HAKI.

Selain itu, ia mulai mengembangkan sasirangan ramah lingkungan dengan pewarna alami, meski produksinya masih terbatas. “Pewarna alami lebih mahal, bisa Rp750 ribu sampai Rp2,5 juta,” jelasnya.

Menurut Lia, UMKM sasirangan berperan penting menopang ekonomi daerah. Ia mengapresiasi dukungan pemerintah, namun berharap pembinaan lebih merata agar seluruh pelaku usaha mendapat kesempatan berkembang.

Perlambatan ekonomi juga dirasakan masyarakat. Tutut, warga Banjarmasin, mengaku pengeluaran rumah tangga semakin berat akibat kenaikan harga kebutuhan pokok. “Harga sembako naik, jadi harus lebih hemat mengatur pengeluaran,” katanya.

Ia kini lebih selektif dalam berbelanja, hanya membeli kebutuhan penting. Tutut berharap pemerintah menjaga stabilitas harga bahan pokok dan mendukung usaha lokal agar roda ekonomi tetap berjalan. 

Editor: Arif Subekti

Editor : Arief
#kalimantan selatan #UMKM #banjarmasin