Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dollar AS Makin Menguat, Kinerja Sektor Keuangan Kalsel masih Stabil 

Raudah Anisya • Jumat, 22 Mei 2026 | 11:22 WIB
STABIL: OJK Kalsel mengklaim sektor jasa keuangan di Kalsel masih stabil di tengah makin menguatnya kurs Dollar AS.(Foto: Raudah Anisya/Radar Banjarmasin) 
STABIL: OJK Kalsel mengklaim sektor jasa keuangan di Kalsel masih stabil di tengah makin menguatnya kurs Dollar AS.(Foto: Raudah Anisya/Radar Banjarmasin) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Klaim ini disampaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalsel. Menurut OJK Kalsel, kondisi sektor jasa keuangan di Kalsel masih terjaga dan stabil, serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Diungkapkan Kepala OJK Kalsel, Agus Maiyo, meski kondisi ekonomi global masih dipengaruhi ketidakpastian geopolitik dan gangguan distribusi energi dunia,serta penguatan Dollar AS terhadap Rupiah, perekonomian Kalsel diklaim tetap menunjukkan tren positif. Pada triwulan I 2026, ekonomi Kalsel tumbuh sebesar 5,67 persen atau lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang berada di angka 5,46 persen.

"Pertumbuhan ekonomi tersebut juga sedikit berada di atas rata-rata nasional yang tercatat sebesar 5,61 persen," ungkapnya pada kegiatan Media Update di Banjarmasin, Kamis (21/5/2026). 

OJK Kalsel mencatat pertumbuhan ekonomi Kalsel ditopang oleh konsumsi masyarakat yang kuat, serta surplus ekspor yang masih terjaga. Kota Banjarmasin, Kabupaten Kotabaru, dan Kabupaten Tanah Bumbu menjadi daerah dengan kontribusi ekonomi terbesar di Kalsel.

Dari sektor perbankan, penyaluran kredit masih tumbuh positif. Hingga Maret 2026, total kredit perbankan mencapai Rp83,14 triliun atau tumbuh 5,89 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kredit investasi menjadi jenis pembiayaan dengan pertumbuhan tertinggi yang mencapai 27,75 persen. Sementara, kredit konsumsi juga tumbuh sebesar 6,03 persen.

Selain itu, penyaluran kredit untuk pelaku UMKM juga masih mendominasi. Terutama pada sektor perdagangan besar dan eceran yang mencapai Rp8,65 triliun.

Dana masyarakat yang tersimpan di perbankan atau Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami kenaikan sebesar 4,06 persen. Tabungan menjadi jenis simpanan terbesar yang dimiliki masyarakat.

Di sektor pasar modal, minat masyarakat Kalsel untuk berinvestasi saham juga terus meningkat. Nilai transaksi saham hingga Maret 2026 mencapai Rp2,01 triliun dengan jumlah investor saham mencapai 126.451 investor.

Editor : Fauzan Ridhani
#banjarmasin #otoritas jasa keuangan (ojk) #industri #penyaluran kredit #kurs dollar AS