Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Berada di Antara Zona Panas Ekstrem, Ketahanan Pangan di Kalsel Diklaim Aman, Surplus Beras Tertinggi di Kalimantan

Sheilla Farazela • Kamis, 21 Mei 2026 | 13:21 WIB
BERAS: Pekerja mengangkut beras di Pasar Parung, Kabupaten Bogor. Pemerintah memproyeksikan stok pangan sangat aman menghadapai kekeringan. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
BERAS: Pekerja mengangkut beras di Pasar Parung, Kabupaten Bogor. Pemerintah memproyeksikan stok pangan sangat aman menghadapai kekeringan. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Pemprov Kalsel bergerak cepat memitigasi ancaman kemarau ekstrem yang dipicu fenomena El Nino Godzilla. Fenomena ini diprediksi akan melanda dalam sepekan ke depan. Meski dibayangi kekeringan panjang, ketahanan pangan dipastikan berada dalam kondisi aman.

Bahkan, Kalsel mengklaim mencatatkan surplus beras tertinggi di seluruh Pulau Kalimantan. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, Syamsir Rahman, menegaskan bahwa strategi percepatan masa tanam yang diinstruksikan Gubernur Kalsel sejak awal tahun membuahkan hasil. Produksi padi Januari–Mei 2026 mencatatkan surplus hingga 1.176.000 ton, tertinggi di seluruh Kalimantan.

Sebagai perbandingan, Kalteng surplus 650 ribu ton, Kalbar 400 ribu ton, Kaltim 300 ribu ton, dan Kaltara 250 ribu ton. Dengan kebutuhan konsumsi masyarakat Kalsel hanya sekitar 600 ribu ton per tahun, kelebihan produksi ini menjadi bantalan kuat menghadapi puncak kemarau Juni–Agustus.

Syamsir menegaskan, penanaman saat musim kering hanya difokuskan pada lahan rawa yang masih memiliki cadangan air. Selain itu, Pemprov menyiapkan embung, pompa, dan sumur bor di tiap Balai Penyuluh Pertanian.

Untuk mencegah kabut asap, Gubernur Kalsel telah mengeluarkan surat edaran larangan membuka lahan dengan cara dibakar. “Membuka lahan wajib menggunakan Alsintan seperti traktor. Tidak boleh ada api. Jika terjadi percikan kebakaran, perangkat pemadam sudah disiagakan penuh,” paparnya.

Sisi lain, meski surplus beras melimpah, harga di pasaran tetap merangkak naik. Syamsir menyebut hal ini perlu dilihat dari sisi kesejahteraan petani. “Ketika harga beras naik sedikit, beri kesempatan bagi petani kita menikmati hasil keringat mereka. Jangan ditekan lagi,” ujarnya.

Ia menambahkan, upah riil petani hanya sekitar Rp 63.000 per hari, yang kian tergerus inflasi akibat gejolak kurs dolar.

Sementara, Berdasarkan radar BMKG, posisi geografis Kalsel berada di antara zona panas ekstrem dan zona hujan lokal. Pemprov berharap anomali cuaca tetap membawa hujan sesekali, namun seluruh SKPD dan stakeholder telah diperintahkan untuk bahu-membahu dalam status siaga satu mitigasi karhutla.

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#El Nino Godzilla #DPKP Kalsel #kalimantan selatan #pangan #kekeringan