RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU - Sehari setelah aksi demonstrasi sopir truk menuntut keadilan distribusi BBM subsidi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) langsung bergerak cepat. Tim gabungan Pemprov bersama TNI–Polri melakukan inspeksi mendadak (sidak) maraton ke tujuh SPBU dan SPBKB di Banjarbaru hingga Banjarmasin, Kamis (14/5).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi BBM subsidi berjalan lancar dan bebas dari praktik penyalahgunaan. Meski antrean terpantau tertib, sejumlah sopir mulai berani mengungkap adanya pungutan tambahan di luar harga resmi BBM.
Dalam sidak, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor menegaskan penggunaan barcode (QR Code) wajib diterapkan di setiap transaksi BBM subsidi. “Sistem ini efektif menjaga kuota agar tidak jebol. Kalau SPBU melayani tanpa barcode, mereka sendiri yang rugi karena laporan ke Pertamina jadi tidak sinkron,” ujarnya.
Terkait isu pungutan tambahan, Ariadi memberi peringatan keras. “Kalau sifatnya jasa sukarela mungkin masih ditoleransi. Tapi kalau sudah jadi beban dan paksaan, itu pungli. Kami akan tindak tegas. Distribusi harus merata, jangan sampai masyarakat terbebani,” tegasnya.
Meski tidak ditemukan indikasi pelangsiran maupun antrean semrawut, Ariadi menegaskan sidak akan dilakukan secara kontinu, baik terbuka maupun tertutup. “Jangan bermain-main, risikonya terlalu besar bagi pengelola. Sanksi berat menanti jika ada praktik ilegal,” tandasnya.
Sejumlah sopir mengaku selama ini kerap dimintai biaya parkir untuk bisa masuk antrean. Mujahid, salah satu sopir yang mengantre di SPBU menyebut beban biaya bisa mencapai Rp200 ribu. “Kalau tidak bayar, sulit masuk antrean. Hari ini lancar karena ada sidak, tapi biasanya kami bisa seminggu baru dapat minyak,” keluhnya.
Sementara, pengawas SPBU 64.706.07, Alam, menegaskan pihaknya sudah mengikuti aturan dengan ketat. “Alokasi harian 8.000 liter biasanya habis dalam sehari. Kami batasi pengisian 60–80 liter per kendaraan dan tetap patuh pada barcode agar laporan ke Pertamina sinkron,” jelasnya.
Editor : Arief