RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARTAPURA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjar membuka rekrutmen besar-besaran untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026.
Sebanyak 559 petugas lapangan atau mitra PCL/PML dibutuhkan untuk mendata aktivitas usaha masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Banjar.
Ratusan petugas itu nantinya diterjunkan melakukan pendataan secara door to door, mulai dari UMKM konvensional, hingga pelaku usaha digital berbasis marketplace dan media sosial.
Kepala BPS Kabupaten Banjar, Roy Suryanto mengatakan proses rekrutmen sudah dibuka secara umum dan diumumkan melalui media sosial resmi BPS Kabupaten Banjar.
“Silakan mendaftar karena prosesnya terbuka. Namun, petugas juga harus memiliki komitmen selama pelaksanaan sensus berlangsung,” ujarnya kepada awak media.
Menurut Roy, kebutuhan petugas yang cukup besar menyesuaikan luasnya cakupan pendataan dalam SE 2026.
Sebab, sensus kali ini tak hanya menyasar usaha yang memiliki toko atau bangunan fisik, tetapi juga usaha online yang selama ini sulit terdeteksi dalam pendataan konvensional.
“Usaha online yang tidak memiliki bangunan fisik tetap akan kami data. Petugas nantinya turun langsung door to door,” katanya.
Ia menjelaskan seluruh petugas yang lolos seleksi nantinya akan menjalani pelatihan sebelum turun ke lapangan.
Mereka juga diwajibkan menandatangani pakta integritas dan kontrak kerja selama pelaksanaan sensus berlangsung.
Meski nominal honor belum ditetapkan karena masih menunggu arahan resmi dari BPS RI, Roy memastikan besarannya berada di atas Upah Minimum Regional (UMR).
“Nominal honor memang belum bisa kami sampaikan, tapi dipastikan di atas UMR,” tegasnya.
Roy menambahkan rekrutmen kali ini terbuka bagi masyarakat umum maupun mahasiswa.
Saat ini, BPS masih berkoordinasi dengan sejumlah kampus terkait kemungkinan keterlibatan mahasiswa dalam pelaksanaan sensus.
“Mahasiswa juga bisa dilibatkan. Persentasenya masih kami koordinasikan dengan pihak kampus. Kami berharap ini juga bisa membantu penilaian PKL mereka,” pungkasnya.
Di sisi lain, pihaknya mengimbau agar masyarakat waspada terhadap kemungkinan munculnya informasi palsu terkait rekrutmen petugas sensus.
BPS meminta calon pendaftar hanya mengakses informasi melalui kanal resmi lembaga tersebut.
Editor : Fauzan Ridhani