Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Setok Sapi Kurban Aman, Tapi Harga Diprediksi Naik Signifikan

Endang Syarifuddin • Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB
Petugas memeriksa kondisi sapi kurban yang baru tiba di kandang penampungan UPTD RPH Basirih, Banjarmasin, Jumat (8/5/2026). Tahun ini stok sapi kurban diprediksi menurun, sementara harga jual mulai merangkak naik.(Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)
Petugas memeriksa kondisi sapi kurban yang baru tiba di kandang penampungan UPTD RPH Basirih, Banjarmasin, Jumat (8/5/2026). Tahun ini stok sapi kurban masih aman, walau demikian harga jual mulai merangkak naik.(Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)
 
 
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM,BANJARMASIN – Sapi-sapi kurban dari luar daerah perlahan masuk ke kandang penampungan UPTD Rumah Potong Hewan (RPH) Basirih. Namun, meskipun demikian stok tahun ini diperkirakan tak sebanyak tahun lalu.
 
Kepala UPTD RPH Basirih, drh Annang Dwijatmoko mengatakan, dalam beberapa hari terakhir pihaknya menerima pemasukan sapi dari luar daerah, terutama dari Kupang dan lokal Kalimantan Selatan (Kalsel). Seluruh sapi yang masuk langsung diperiksa kesehatannya.
 
“Pada hari ini kami lakukan pemeriksaan untuk memastikan sapi-sapi yang masuk sudah divaksinasi dari daerah asal. Ini untuk mencegah penyebaran penyakit hewan,” ujarnya Annang, Jumat (8/5/2026) pagi.
 
Menurut dia, tren setok hewan kurban tahun ini relatif stabil, namun ada kemungkinan mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Tahun lalu, setok sapi kurban yang disiapkan mencapai sekitar 2.500 ekor.
“Tahun ini kemungkinan tidak sampai sebanyak itu,” katanya.
 
Faktor yang mempengaruhi adalah kenaikan harga BBM, biaya transportasi, hingga distribusi sapi yang dilakukan bersamaan ke sejumlah daerah lain seperti Madura dan Kupang.
Saat ini, jumlah sapi yang sudah masuk ke Banjarmasin diperkirakan mendekati seribu ekor. Dalam dua pekan ke depan, tambahan pasokan dari Kupang kembali dijadwalkan datang menggunakan kapal tol laut.
 
“Satu kapal biasanya membawa sekira 550 ekor. Kalau dua kali pengiriman lagi masuk, kemungkinan total stok bisa mendekati dua ribu ekor,” jelasnya.
 
Walaupun stok dinilai aman, namun harga sapi kurban tahun ini tetap naik. Jika tahun lalu harga daging sapi hidup berkisar Rp70 ribu per kilogram, tahun ini diprediksi naik menjadi Rp75 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram.
 
Kenaikan harga juga dilakukan oleh  pedagang sapi. Suhidi, salah seorang pedagang di Banjarmasin, mengaku tahun sebelumnya sapi dengan ukuran daging 70 kg diharga Rp17 juta per ekor, tahun ini diharga Rp17,5 juta - Rp18 juta per ekor. Sapi dengan daging 80 kg dulu Rp18 juta, sekarang Rp18,5 juta-Rp19 juta. Daging 100 kg, dulu Rp21 juta, sekarang Rp23 juta-Rp25 juta, dan daging 120 kg sebelumnya Rp27 juta sekarang Rp30 juta per ekor
 
"Kenaikan harga sapi tahun ini mencapai Rp500 ribu hingga Rp1 juta per ekor dibanding tahun lalu,” ujarnya.
 
Meski harga naik, ia tetap optimistis penjualan tetap berjalan lancar. Karena langganan sudah banyak. Biasanya, menjelang Iduladha dirinya mampu menjual 20 hingga 30 ekor sapi.
“Biasanya sepekan sebelum lebaran sudah habis terjual,” katanya.
 
Selain menjual sapi hidup, Suhidi juga melayani permintaan paket sapi siap potong. Layanan itu sudah termasuk proses pemotongan hingga pengemasan daging.
“Kalau pelanggan mau sampai potong juga bisa. Tambah biaya sekitar Rp1,5 juta, jadi tinggal terima beres,” pungkas Suhidi.
Editor : Arif Subekti
#banjarmasin #idul adha #sapi kurban #Rumah Potong Hewan