Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kenaikan BBM Resahkan Pengembang Perumahan, Harga Material dan Angkutan Naik Tajam 

Raudah Anisya • Rabu, 6 Mei 2026 | 14:36 WIB
TERDAMPAK: Para pengembang perumahan yang tergabung dalam DPD REI Kalsel menyatakan keresahannya dengan kenaikan harga BBM.(Foto: DPD REI Kalsel)
TERDAMPAK: Para pengembang perumahan yang tergabung dalam DPD REI Kalsel menyatakan keresahannya dengan kenaikan harga BBM.(Foto: DPD REI Kalsel)
 
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Setelah sempat bertahan selama beberapa bulan, akhirnya pengembang mulai resah. Kenaikan harga solar non subsidi, membuat harga material dan angkutan turut mengalami lonjakan yang signifikan.
 
Ketua Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Kalsel, H Ahyat Sarbini mengaku sejak Lebaran harga material sudah mengalami kenaikan, namun developer masih bisa bertahan. Namun, setelah terjadi kenaikan harga BBM, keresahan para developer akhirnya terjadi. Harga material dan tarif angkutan naik tajam.
 
"Kenaikan BBM ini sangat memberatkan dunia usaha, termasuk sektor properti. Ada 185 industri ikutan yang terdampak multiplier efect, seperti industri material, semen, besi , batu gunung,  pasir semuanya naik tajam," jelasnya.
 
Yang makin membuat pengembang makin berat adalah harga rumah FLPP yang sudah dua tahun terakhir ini tidak ada kenaikan. Sehingga, harga yang sekarang ini sudah tidak bisa menutupi harga bahan baku untuk pembangunan rumah.
 
"Kami sangat berharap Pemerintah mengambil kebijakan yang bisa menolong dunia usaha, termasuk untuk kebijakan kenaikan BBM non subsidi agar bisa dipertimbangkan kembali, karena sekarang kenaikannya terlalu tinggi dan memberatkan dunia usaha," imbuhnya.
Editor : Fauzan Ridhani
#multiplier efect #harga material #banjarmasin #DPD REI Kalsel #kenaikan harga bbm