BANJARBARU – Harga minyak goreng di Banjarbaru meroket dalam beberapa hari terakhir.
Minyak goreng merek Minyakita misalnya, untuk kemasan ukuran 1 liter kini dipatok dengan harga Rp21 ribu. Padahal sebelumnya hanya dibanderol seharga Rp18 ribu per liter.
Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindag Banjarbaru, Roshida mengungkapkan, kenaikan harga ini merupakan imbas dari kombinasi faktor domestik dan situasi geopolitik global.
Dari sisi lokal, kendala distribusi dan membengkaknya biaya logistik menjadi pemicu utama. "Kenaikan harga BBM berdampak langsung pada biaya transportasi. Selain itu, rantai distribusi yang didominasi pihak swasta membuat intervensi harga menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah," ujar Roshida.
Tidak hanya faktor dalam negeri, gejolak di Timur Tengah juga memberikan tekanan pada pasar domestik.
Roshida menjelaskan, lonjakan harga minyak mentah dunia yang mencapai hampir dua kali lipat berdampak signifikan pada harga minyak goreng di tanah air. Bahkan, komponen pendukung seperti harga plastik kemasan pun ikut terkerek naik.
Menanggapi isu kelangkaan Minyakita, Roshida mengakui sempat terjadi penurunan pasokan pada pekan lalu. Namun, ia memastikan distribusi kini sudah mulai normal kembali.
"Sempat berkurang minggu lalu, tapi sekarang distribusi sudah ditambah. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Bulog, dan mereka memastikan stok minyak goreng, baik subsidi maupun premium, masih aman untuk kebutuhan masyarakat," tegasnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief