HUT ke-22 Ambapers, Alur Barito Bebas Pasang Surut, Dongkrak Ekonomi Regional dan Stabilitas Inflasi Kalsel
Raudah Anisya• Kamis, 23 April 2026 | 14:57 WIB
SYUKURAN:Pemotongan tumpeng HUT Ke-22 PT Ambang Barito Nusapersada (Ambapers) di Mahligai Pancasila oleh Gubernur Kalsel H Muhidin bersama Dirut Ambapers Zulfadli Gazali, Kamis (23/4/2026).(Foto: Raudah Anisya/Radar Banjarmasin)
WWW.RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - PT Ambang Barito Nusapersada (Ambapers), Kamis (23/4/2026) menggelar perayaan Hari Ulang Tahun ke-22 yang dirangkai dengan acara Halal Bihalal dan Customer Gathering di Mahligai Pancasila, Banjarmasin.
Mengusung tema "Safe Channel Economic Growth", Ambapers meneguhkan komitmennya sebagai penjaga utama konektivitas sungai yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi regional dan nasional.
Acara dibuka dengan sambutan Direktur Utama PT Ambapers, Zulfadli Gazali dan dihadiri oleh Gubernur Kalsel H Muhidin. Turut hadir Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK dan Direktur Utama PT Bangun Banua, Afrizaldi. Serta, para pelaku industri, pertambangan, pertanian, serta jajaran Pelindo Kalsel, dan mitra strategis lainnya.
Zulfadli memaparkan keberadaan Alur Barito yang dikelola PT Ambapers telah membawa dampak makro ekonomi yang sangat signifikan. “Alur ini tidak lagi bergantung pada pasang-surut air sungai. Secara tidak langsung, hal ini mendongkrak perekonomian regional yang tercermin dari kelancaran arus barang dan logistik, stabilisasi biaya transportasi baik keluar maupun masuk pelabuhan, yang pada akhirnya berdampak langsung pada stabilitas angka inflasi daerah," ujar Zulfadli.
Ia menambahkan peran Ambapers dalam menjaga konektivitas antara sektor industri, pertambangan, pertanian, dan pelabuhan transit telah menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi ekonomi kawasan Indonesia Timur. “Tanpa alur yang aman dan stabil, rantai pasok akan terhambat. Ambapers hadir sebagai solusi," tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Kalsel H Muhidin mengingatkan Sungai Barito adalah warisan peradaban yang perlu dilestarikan. “Kita harus merevitalisasi memori sejarah kejayaan Bandarmasih sebagai pembangunan ekonomi berbasis sungai di abad ke-21," ujarnya.
Namun, ia juga mewanti-wanti tantangan fenomena alam berupa curah hujan tinggi yang meningkatkan sedimentasi dan mengurangi pasokan alur sungai.
Menurutnya, ini berisiko terhadap panjangnya antrian kapal bertonase besar, karena itu semua harus terus mewaspadai dan berkolaborasi mencari solusi, termasuk melengkapi layanan Pelabuhan Trisakti dengan Pelabuhan Mekar Putih untuk meningkatkan daya saing Kalsel di bidang logistik antar bangsa.
Muhidin juga menyatakan bahwa momentum HUT ke-22 Ambapers yang bertepatan dengan tahun peringatan 500 tahun Kota Banjarmasin merupakan awal sinergitas yang menandai kesiapan Kalsel menjadi poros logistik Indonesia Timur.
Pada kesempatan yang sama, digelar dialog bertema "Optimalisasi Kanal Barito sebagai Poros Logistik Indonesia Timur". Dialog menghadirkan pembicara Hj Ananda (Wakil Wali Kota Banjarmasin), Zulfadli Gazali (Direktur Utama Ambapers), Afrizaldi (Direktur Utama PT Bangun Banua), dan Perwakilan Pelindo Kalsel
Diskusi dimoderatori oleh Rofi Eka Shanty, Peneliti Imam Bukhari International Scientific Research Center Samarkand, Uzbekistan.
Para narasumber sepakat bahwa pengelolaan alur sungai yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis teknologi akan menjadi fondasi utama bagi kejayaan logistik kawasan timur Indonesia.
Acara diakhiri dengan pemotongan tumpeng, penyerahan penanugerahan penghargaan, bantuan sosial, serta ramah tamah Halal Bihalal.
Dengan tema Safe Channel Economic Growth, Ambapers optimistis dapat terus berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.