Tiket Pesawat Semakin Mahal, Okupansi Hotel di Kalsel Terimbas
Raudah Anisya• Jumat, 17 April 2026 | 14:42 WIB
OKUPANSI: Tingkat ukupansi hotel di Kalsel turut terdampak kenaikan tiket pesawat.
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Harga tiket pesawat yang semakin mahal, ternyata berimbas pada bisnis hotel di Kalsel. Saat ini, tingkat okupansi atau tingkat hunian hotel di Kalsel, terutama Banjarmasin dan Banjarbaru mengalami penurunan cukup tajam.
Nanida, Reservation & Distribution Manager FUGO Hotel mengaku harga tiket pesawat yang melambung membuat banyak masyarakat yang menunda perjalanan, baik untuk perjalanan wisata, perjalanan Dinas maupun perjalanan bisnisnya.
"Memang kami merasakan sudah ada imbas dari kenaikan tiket pesawat dimana tingkat okupansi sudah mengalami penurunan," ucapnya.
Namun, ia belum bisa merinci berapa persen penurunan yang terjadi akibat dari dampak kenaikan harga tiket pesawat ini.
Hal senada diungkapkan Devi Yuliana, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banjarbaru, penurunan okupansi sudah dirasakan oleh beberapa hotel di Banjarbaru akibat kenaikan harga tiket pesawat.
"Kenaikan harga pesawat membuat perjalanan dinas dari Jakarta ke Banjarmasin terganggu karena harga sudah tidak sesuai dengan PAGU anggaran," ungkapnya.
Ia pun mencontohkan Hotel Montana yang seharusnya sudah dapat reservasi dari salah satu kementerian di Jakarta, ternyata mereka membatalkan karena harga tiket yang sudah tidak sesuai dengan anggaran.
"Jadi, penurunan okupansi bisa mencapai 30 persen dan ke depan kami belum bisa memprediksi berapa besar penurunan yang terjadi untuk Okupansi hotel di Banjarbaru," pungkasnya.