Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Angkut 6 Ribuan Calon Jemaah Haji Kalselteng, Garuda Indonesia Hindari Jalur Konflik

Sheilla Farazela • Jumat, 17 April 2026 | 13:47 WIB
SIAP DIBERANGKATKAN: Jemaah haji asal Kalsel saat persiapan diberangkatkan ke Tanah Suci di Asrama Haji Banjarmasin Tahun Lalu
SIAP DIBERANGKATKAN: Jemaah haji asal Kalsel saat persiapan diberangkatkan ke Tanah Suci di Asrama Haji Banjarmasin Tahun Lalu

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU - Ancaman konflik di Timur Tengah menjadi perhatian serius dalam operasional penerbangan haji 2026. Maskapai Garuda Indonesia memastikan seluruh rute penerbangan jemaah haji dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah tidak akan melintasi wilayah rawan tersebut.

Pelaksana Harian (Plh) General Manager Garuda Indonesia Banjarmasin, Hendra Rifanto, menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama. “Rute kami relatif jauh dari wilayah konflik, sehingga aspek safety tetap aman,” ujarnya usai pelantikan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin, Kamis (16/4).

Menurut Hendra, jalur penerbangan telah melalui kajian komprehensif dengan mempertimbangkan kondisi geopolitik terkini. Situasi di Timur Tengah, yang masih diliputi ketegangan, menjadi faktor utama dalam penentuan rute. “Kami tidak ingin mengambil risiko dengan melintasi wilayah yang berpotensi menimbulkan ancaman,” tegasnya.

Sebagai langkah mitigasi, Garuda menyiapkan dua pesawat cadangan yang ditempatkan di Jakarta dan Solo. Armada ini akan digunakan untuk mengantisipasi gangguan teknis maupun keadaan darurat yang mungkin terjadi selama operasional haji berlangsung.

Garuda tetap mengandalkan pesawat berbadan lebar Airbus A330-300 dengan kapasitas hingga 360 penumpang per kloter. Pesawat ini dinilai memiliki standar keselamatan tinggi dan teruji dalam penerbangan jarak jauh. Seluruh prosedur operasional, mulai dari kesiapan kru hingga pemeriksaan teknis pesawat, dijalankan sesuai standar internasional.

Selain itu, layanan konsumsi bagi jemaah juga dipastikan memenuhi standar higienitas. “Semua makanan telah tersertifikasi dan kami pastikan tetap fresh baik saat keberangkatan maupun kepulangan,” kata Hendra.

Rute penerbangan jemaah dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah akan transit di Bandara Kualanamu selama sekitar dua jam untuk pengisian bahan bakar, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jeddah atau Madinah.

Untuk diketahui, jumlah jemaah haji Embarkasi Banjarmasin tahun ini sebanyak 6.746 orang. Rinciannya, 5.187 jemaah berasal dari Kalimantan Selatan dan 1.559 jamaah dari Kalimantan Tengah. Jumlah tersebut terbagi dalam 19 kelompok terbang (kloter), terdiri atas 14 kloter asal Kalsel dan lima kloter asal Kalteng.

Jadwal keberangkatan dimulai pada 23 April, saat kloter pertama masuk asrama. Selanjutnya, penerbangan perdana dijadwalkan lepas landas pada 24 April 2026 pukul 00.05 WITA menuju Arab Saudi. 

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#kalimantan selatan #haji #Maskapai