RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, TANJUNG – Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Kabupaten Tabalong menggelar panen padi jenis gamagora perdana sebagai bagian dari upaya penguatan kemandirian pangan berbasis pesantren. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan sektor pertanian yang tidak hanya berfokus pada hasil produksi, tetapi juga pada aspek edukasi dan pemberdayaan santri.
Sebelumnya, Ponpes Miftahul Ulum telah mencatatkan keberhasilan melalui pembinaan dalam program Pesantren Sejahtera oleh Yayasan Amanah Bangun Negeri dan PT Adaro Indonesia yang telah berjalan sejak tahun 2018, dengan berkembangnya berbagai unit usaha pesantren seperti budidaya patin dan nila yang memberikan dampak ekonomi nyata.
Ketua Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN), Zuraida Murdia Hamdie, menyampaikan bahwa program budidaya padi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun kemandirian pesantren.
“Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada proses pembelajaran dan pembentukan kapasitas. Kami ingin pesantren memiliki kemampuan untuk mandiri secara pangan sekaligus mencetak santri yang memiliki keterampilan praktis dan siap berkontribusi di masyarakat,” ungkapnya.
Baca Juga: Angkut 560 Liter BBM Bersubsidi ! Warga HSS Dibekuk Polisi di Wilayah Hukum Polres HSU
Budidaya padi gamagora dilakukan di atas lahan seluas ±0,6 hektare yang terbagi dalam 2 titik yakni untuk padi gamagora seluas 0,4 ha dan padi siam madu seluas 0,2 ha, dengan penerapan sistem tanam legowo 4:1. Prosesnya melibatkan uji tanah, persiapan lahan, pelatihan teknis, serta pendampingan dalam penanganan hama dan monitoring pertumbuhan tanaman secara berkala.
Meskipun menghadapi tantangan seperti kondisi ketersediaan air yang tidak merata di beberapa lahan, hasil panen menunjukkan capaian yang positif dengan estimasi produksi sekitar 2,5 ton gabah kering giling. Hasil ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan pangan pesantren sekaligus memberikan nilai ekonomi melalui skema pengelolaan bersama.
Kegiatan ceremony panen ini turut dihadiri oleh sejumlah pihak, di antaranya Wahyu Sulistyo selaku Direktur Operasional PT Adaro Indonesia, Deny Widihatmoko selaku Kepala Teknik Tambang PT Adaro Indonesia, Rinaldo Kurniawan, Eksternal Relation Division Head PT Adaro Indonesia, Didik Triwibowo selaku Kepala Deputi Division Head HSE PT Adaro Indonesia, serta Sekretaris YABN, Diah Restu Lestari.
Baca Juga: Kolam Bundaran Kayu Tangi Banjarmasin Bocor ! Air Meluber Ke Jalan Raya
Acara berlangsung dengan suasana sederhana namun penuh makna, melibatkan pengelola pesantren, santri, dan para pendamping program. Selain sebagai simbol keberhasilan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi santri dalam memahami pentingnya ketahanan pangan dan praktik pertanian berkelanjutan.
Ke depan, Ponpes Miftahul Ulum berkomitmen untuk terus mengembangkan sektor pertanian sebagai bagian dari ekosistem pemberdayaan pesantren, dengan harapan dapat menjadi model kemandirian yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di berbagai daerah.
Editor : Fauzan Ridhani