BANJARMASIN - Naiknya harga tiket penerbangan domestik hingga mencapai 30 persen, disusul adanya rencana kenaikan tiket pesawat maskapai luar negeri jurusan Arab Saudi bakal berimbas terhadap tarif umrah. Sejumlah penyedia jasa travel umrah di Kalsel kini mulai menghitung ulang biaya paket umrah yang akan ditawarkan ke masyarakat.
H Saridi, Ketua Forum Komunitas Perusahaan Penyedia Layanan Umrah dan Haji Kalsel mengakui hal itu. "Kita lihat saja dua minggu ke depan, apakah kenaikan cukup besar atau sesuai perkiraan," ucapnya.
Menurutmya, pihak travel tidak akan mampu menanggung kerugian besar akibat kenaikan harga tiket Pesawat. "Perlu diketahui, keuntungan penyedia jasa travel umrah saat ini sangat minim. Bahkan, beberapa travel harus mengalami kerugian besar akibat kenaikan harga hotel di Mekah dan Madinah pada Januari-Maret. Disusul bulan April terjadi kelangkaan maskapai akibat perang Iran dengan Israel dan Amerika," jelasnya.
Baca Juga: Dikeluhkan Ortu karena Biaya Masuk Disebut Capai Rp6 Juta, Ini Kata Kepala MAN 2 Banjarmasin
Tak Hanya itu, banyak travel umrah yang merana karena harus merefund tiket yang sudah terlanjur terbeli, lantaran maskapai tersebut membatalkan penerbangan. "Otomatis, pihak travel harus mengalihkan ke maskapai lain yang masih beroperasi. Namun, tentu saja tarifnya harus disesuaikan dengan maskapai yang dipilih," sambungnya.
Hal senada diungkapkan H Arif dari PT Kaltrabu Indah. Dikatakannya, kenaikan harga tiket pesawat berdampak terhadap biaya paket umrah. Namun, pihaknya masih menunggu beberapa hari ke depan untuk menghitung ulang biaya paket umrah yang akan ditawarkan. "Kami masih melihat situasi dan kondisi, tentunya kenaikan harga tiket membuat biaya operasional juga akan bertambah," imbuhnya.(sya/gr/oza)
Editor : Fauzan Ridhani